Mobil dilengkapi dengan banyak bagian kelistrikan
untuk alasan keamanan dan kenyamanan. Sistem kelistrikan tidak saja
diperlukan pada saat jalan tetapi juga diperlukan pada saat
berhenti. Karena itu diperlukan
baterai sebagai catu daya dan sistem pengisian untuk seluruh
keperluan kelistrikan pada saat mesin hidup. Sistem
ini menjamin ketersediaan listrik serta pengisian kembali
baterai.
Ini adalah
sumber tenaga bila mesin berhenti dan mengalirkan listrik
ke alat-alat listrik atau ketika alternator tidak
menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan alternator
itu berfungsi untuk mengisi baterai pada saat mesin sudah
jalan.
Ini adalah
untuk menghidupkan mesin, membuat alternator menghasilkan
listrik.
Aliran listrik dalam sistem pengisian
Mari kita lihat aliran listrik pada
setiap posisi di dalam sistem pengapian.
3.
Fungsi alternator
Alternator
berperan besar dalam sistem pengisian. Sebagai pembangkit
listrik, penyearah arus, dan pengatur tegangan.
Pembangkit
Meneruskan gerakan mesin ke pulley lewat v
ribbed belt ke rotor yang mempunyai daya elektromagnetik.
Hal ini menyebabkan mengalirnya arus listrik ke stator
coil.
Penyearah arus
Stator coil menghasilkan listrik
arus bolak-balik (AC). Arus ini tidak bisa digunakan pada
peralatan listrik yang memerlukan arus searah( DC) yang
terpasang di beberapa bagian kendaraan. Alat penyearah arus
akan bertugas mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.
Pengatur tegangan
IC Regulator mengatur tegangan listrik
yang dihasilkan menjadi konstan meski alternator berputar
lebih cepat sehingga arus yang masuk ke sistem kelistrikan
berfluktuasi.
DASAR-DASAR ALTERNATOR
1.
Tiga fase arus bolak-balik
Bila magnet berputar
dalam kumparan, akan menghasilkan tegangan diantara dua ujung
kumparan. Ini akan berkembang menjadi arus
bolak-balik.
Hubungan antara arus yang dihasilkan dalam
kumparan dan posisi magnet ditunjukkan seperti dalam gambar.
Arus paling besar dihasilkan saat kutub magnet N dan S
menutup kumparan. Arus mengalir berlawanan arah pada setiap
setengah lingkaran magnet. Perubahan dari 360° di dalam gambar
menunjukkan satu putaran dan perubahan nomor yang terjadi
pada setiap detik dinamakan frekwensi.
Untuk
menghasilkan listrik yang lebih efisien alternator menggunakan
tiga kumparan seperti ditunjukkan dalam gambar
Setiap kumparan A, B dan C menempati 120
secara terpisah. Bila magnet berputar diantaranya arus bolak balik muncul
dari setiap kumparan. Gambar menunjukkan hubungan antara tiga
set arus bolak balik dan magnet. Tiga set arus listrik
bolak-balik ini menunjukkan tiga fase arus listrik bolak-balik.
Umumnya alternator yang sudah modern menggunakan sistem tiga
fase arus bolak-balik ini.
2.
Penyearah arus
Mekanisme penyearah dalam alternator
Konstruksi
Bentuk
rangkaian penyearah arus pada alternator yang disebut rectifier
.Untuk menselaraskan arus dari sistem 3 fase ini
digunakan 6 diode. Rangkaian penyearah arus ini dibuat
dalam rectifierholder seperti tampak dalam
gambar.
Fungsi
Bila rotor membuat satu putaran di
dalam stator koil ,daya listrik akan timbul pada setiap
koil seperti ditunjukkan di (a) ke (f) pada gambar 3.
Pada keadaan (a) listrik positif (+) timbul dari koil III
Arus mengalir sebagai beban via diode
3 kemudian kembali ke koil II via diode 5. Pada saat ini
tidak ada arus yang melewati koil 1 . Dengan logika yang sama , pada keadaan
(b) sampai (f) arus bolak-balik masing-masing
diselaraskan melalui 2 diode dan sejumlah beban arus
listrik akan mengalir dengan tegangan yang konstan.
Alternator dengan Tegangan Titik
Netral
Tegangan
titik netral
Alternator
konvensional memakai diode untuk mensearahkan 3 fase
arus searah/ AC (Alternating Current) ke arus
bolak balik/ DC (Direct Current). Output
tegangannya yang timbul pada titik netral digunakan
sebagai sumber daya untuk mengisi relay lampu
indikator peringatan. Diketahui bahwa rata-rata
tegangan pada titik netral adalah 1/2 dari output
tegangan DC. Saat output arus mengalir ke alternator,
tegangan pada titik netral hampir DC, tetapi masih
mengandung sedikit AC. Porsi AC adalah induksi dari
setiap fase dari mengalirnya output arus. Bila
kecepatan alternator bertambah dari 2.000 ke 3.000
rpm, nilai puncak dari porsi AC melebihi output
tegangan DC.
Ini
artinya dibanding dengan karakteristik output
alternator tanpa diode titik netral, output meningkat
secara gradual, meningkat dari pertengahan 10 ke 15%,
pada keadaan normal kecepatan alternator sekitar
5.000 rpm.
Rangkaian
dan Konstruksi
Untuk menambah variasi potensial
pada titik netral ke tegangan output DC dalam
penggunaan alternator yang memakai diode titik netral,
dipasang 2 penyearah arus (rectifier) di antara
output terminal (B) dan ground (E) yang
dihubungkan dengan titik netral. Diode ini dipasang
pada pemegang rectifier.
Alternator
digunakan bagi kendaraan yang dijalankan dengan
mesin. Pada saat berkendara kecepatan mesin
berubah-ubah dengan demikian putaran alternator tidak
konstan. Bila tidak memakai regulator, maka sistem
pengisian tidak bisa memasok listrik secara konstan .
Jadi meski kecepatan putar alternator berubah,
tegangan yang dibutuhkan harus tetap terjaga. Pengaturan ini pada alternator
dilakukan oleh IC regulator.
Pada umumnya jumlah listrik yang
dihasilkan bisa diubah dengan cara sebagai berikut
:
Peningkatan
dan Penurunan daya magnetik (rotor)
Cepat dan
lambatnya putaran magnet
Ketika metode ini dijalankan
pada alternator kendaraan, kecepatan rotor tidak
bisa dikendalikan karena putarannya tergantung
mesin. Dengan kata lain, yang bisa diubah pada
alternator kendaraan adalah daya magnetik (rotor).
Sedangkan mengubah jumlah arus listrik yang
mengalir ke koil rotor (arus field) akan
mengubah gaya magnetik pula. IC Regulator mengatur
jumlah listrik dalam alternator dengan cara
mengendalikan arus filed, jadi voltasenya
cenderung konstan menurut perubahan kecepatan
perputaran rotor dan jumlah pemakaian listrik
(penambahan dan berkurangnya beban listrik).
Kendali
diri untuk arus output maksimum.
Karakteristik
alternator adalah aliran arus keluarnya hampir
selalu konstan jika melebihi kecepatan tertentu
(kontrol diri). Oleh karena itu, ketika
terjadi beban besar yang melebihi arus output
maksimum voltasenya akan turun. Karakteristik
lainnya adalah bahwa output arusnya lebih kecil
saat panas dibanding ketika dingin. Hal ini
karena nilai tahanan masing-masing komponen
berubah tergantung dari temperatur, meski
kecepatannya tidak berubah.
PETUNJUK SERVIS:
Jika v-ribbed belt
lepas, kecepatan alternator akan menurun dan
listrik yang dihasilkan juga menurun. Hal
ini tentu menyebabkan baterai tidak terisi.
Jika listrik yang dipakai
lebih besar dari yang dihasilkan, akan
mengambil listrik dari baterai dan baterai akan
kosong. Jika
kecepatan rendah (pada saat mesin dalam keadaan
idle), listrik yang dihasilkan kecil. pemakaian
alat listrik seperti pemanas dan lampu depan
pada keadaan ini akan mengambil listrik dari
baterai. Jika keadaan ini berlangsung lama,
baterai bisa habis dan kosong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar