Selasa, 04 April 2023

SEPUTAR SISTIM KONTROL MESIN BENSIN

 

Garis Besar Sistem Kontrol Mesin

 

Mesin bensin menghasilkan tenaga melalui ledakan campuran bensin dan udara. Tiga elemen penting agar mesin bensin menghasilkan tenaga:

 

1.

Campuran udara-bahan bakar yang baik

 

2.

Kompresi yang baik

 

3.

Loncatan api (spark) yang baik

 

Untuk mendapatkan ketiga elemen ini secara simultan, perlu dilakukan kontrol secara tepat terhadap formasi campuran udara-bensin dan waktu loncatan bunga api.

 

Sebelum tahun 1981, satu-satunya sistem kontrol mesin yang ada adalah EFI (Electronic Fuel Injection), yang menggunakan komputer untuk mengontrol volume injeksi bahan bakar. Selain EFI, sekarang terdapat sistem-sistem kontrol komputer lain, termasuk ESA (Electronic Spark Advance), ISC (Idle Speed Control), sistem diagnostik, dll.

 

 

 

REFERENSI:
Toyota menggunakan sistem kontrol komputer yang disebut TCCS (Toyota Computer-Controlled System) untuk secara optimal mengontrol injeksi bahan bakar, timing ignition, drivetrain, sistem rem, dan sistem lain sesuai dengan kondisi pemakaian mesin dan kendaraan.

 

 

Proses dari Kontrol Komputer

 

Agar komputer bekerja dengan baik, diperlukan sistem yang komprehensif yang terdiri dari berbagai alat-alat input dan output

 

Pada mobil, sensor-sensor seperti water temperature sensor atau meteran aliran udara berhubungan dengan alat input. Dan aktuator semacam injektor atau igniter berhubungan dengan alat output. Di Toyota, komputer yang mengontrol sebuah sistem disebut ECU (Electronic Control Unit). Komputer yang mengontrol mesin disebut ECU mesin (atau ECM*: Engine Control Module).  ECM adalah istilah SAE (Society of Automotive Engineers

 

Sensor, aktuator, ECU mesin dihubungkan dengan wiring harness. Hanya setelah ECU mesin memproses sinyal input dari sensor dan output mengontrol sinyal ke aktuator, seluruh sistem dapat beroperasi sebagai sistem kontrol komputer.

 

 

Deskripsi

 

Sistem kontrol mesin terdiri dari tiga bagian, yakni sensor (dan sinyal output sensor), ECU mesin, dan aktuator. Bab ini menjelaskan tentang sensor (sinyal), rangkaian daya, rangkaian ground, dan voltase terminal sensor.
ECU mesin dibagi menjadi beberapa fungsi, yakni: kontrol EFI, kontrol ESA, kontrol ISC, fungsi diagnosis, fungsi fail-safe dan backup, dan fungsi lainnya. Beberapa fungsi ini beserta fungsi-fungsi aktuator dijelaskan dalam bab terpisah

 

Rangkaian Daya

 

Rangkaian daya adalah sirkuit listrik yang mensuplai daya ke ECU mesin. Sirkuit listrik ini  termasuk ignition switch, relay utama EFI. dll.
Rangkaian daya yang digunakan kendaraan terdiri dari dua tipe berikut.

 

1.Dikontrol oleh ignition switch

 

2.

Dikontrol oleh ECU mesin

 

EFI (Electronic Fuel Injection)

 

Deskripsi

 

Sistem EFI menggunakan berbagai sensor untuk mendeteksi kondisi mesin dan kondisi pengendaraan mobil. Selanjutnya ECU mesin akan mengkalkulasi volume penyemperotan bahan bakar optimal, yang kemudian memerintahkan injektor untuk  menyemprotkan bahan baker

 

ECU mesin

Bagian ini mengkalkulasikan durasi injeksi bahan bakar optimal berdasarkan sinyal dari sensor

Air flow meter atau manifold pressure sensor

Tugasnya mendeteksi massa udara intake atau tekanan manifold.

Crankshaft position sensor

Untuk mendeteksi sudut cranksahft dan putaran mesin.

Camshaft position sensor

Ini mendeteksi sudut standar camshaft dan timing camshaft

Water temperature sensor

ini mendeteksi suhu pendingin

Throttle position sensor

Ini mendeteksi sudut bukaan throttle valve.

Oxygen sensor

Ini mendeteksi konsentrasi oksigen dalam gas buang

 

Tipe EFI

 

Ada dua tipe sistem EFI bila  diklasifikasikan berdasarkan  metode jumlah deteksi udara intake-nya.

1.

L-EFI (Tipe Air-flow control)

 

 

Tipe ini menggunakan air flow meter untuk mendeteksi jumlah udara yang mengalir di dalam intake manifold.
Ada dua tipe metode pendeteksian: Satunya langsung mengukur massa intake udara, dan satunya lagi membuat koreksi berdasarkan volume udara.

2.

D-EFI (Tipe kontrol tekanan manifold)

 

Tipe ini mengukur tekanan di dalam intake manifold untuk mendeteksi jumlah  udara intake dengan menggunakan densitas udara  intake

 

 

ESA

 

Sistem ESA (Electronic Spark Advance) adalah sistem yang menggunakan ECU mesin untuk menentukan ignition timing berdasarkan sinyal dari barbagai sensor.

 

 

 

ECU mesin mengkalkulasi ignition timing  dari ignition timing  optimal yang disimpan dalam memori untuk disesuaikan dengan kondisi mesin, dan mengirim sinyal pengapian ke igniter.

 

 

 

Ignition timing optimal pada dasarnya ditentukan menggunakan putaran mesin dan massa udara intake intake (tekanan manifold).

 

Sistem ESA terdiri dari berbagai sensor, ECU mesin, igniter, ignition coil, dan busi.

 

Peranan sensor

 

 

 

Peranan sensor

 

 

Camshaft position sensor (sinyal G):
Sensor ini mendeteksi sudut crank standar dan camshaft timing.

 

Crankshaft position sensor (sinyal NE):
Bertugas mendeteksi sudut crank dan putaran mesin.

 

Air flow meter atau manifold pressure sensor (sinyal VG atau PIM):
Sensor ini mendeteksi massa udara  intake atau tekanan manifold.

 

Throttle position sensor (sinyal IDL):
Untuk mendeteksi kondisi mesin idling.

 

Water temperature sensor(sinyal THW):
Mendeteksi suhu cairan pendingin mesin.

 

Sensor knock (sinyal KNK): Sensor ini mendeteksi kondisi knocking.

 

Oxygen sensor (sinyal OX):
Mendeteksi konsentrasi oksigen dalam gas buang.

 

Konstruksi

Sistem ESA terdiri dari berbagai sensor, ECU mesin, igniter, ignition coil, dan busi.

 

 

 

Peranan sensor

 

 

Camshaft position sensor (sinyal G):
Sensor ini mendeteksi sudut crank standar dan camshaft timing.

 

Crankshaft position sensor (sinyal NE):
Bertugas mendeteksi sudut crank dan putaran mesin.

 

Air flow meter atau manifold pressure sensor (sinyal VG atau PIM):
Sensor ini mendeteksi massa udara  intake atau tekanan manifold.

 

Throttle position sensor (sinyal IDL):
Untuk mendeteksi kondisi mesin idling.

 

Water temperature sensor(sinyal THW):
Mendeteksi suhu cairan pendingin mesin.

 

Sensor knock (sinyal KNK): Sensor ini mendeteksi kondisi knocking.

 

Oxygen sensor (sinyal OX):
Mendeteksi konsentrasi oksigen dalam gas buang

 

Peranan ECU mesin

ECU mesin menerima sinyal dari sensor, menghitung ignition timing optimal untuk kondisi mesin, dan mengirim sinyal oengapian (IGT) ke igniter

 

Peranan igniter

 

Igniter merespon output sinyal IGT oleh ECU digunakan untuk memerikan arus primer secara terputus-putus ke ignition coil. Igniter juga mengirim sinyal konfirmasi pengapian (IGF) ke ECU mesin.

 

ISC

 

Sistem ISC (Idle Speed Control) dilengkapi dengan sirkuit yang mem-bypass katup throttle, dan menghisap volume udara kedalam sirkiut bypass itu yang dikontrol oleh ISCV (Idle Speed Control Valve)

 

ISCV menggunakan sinyal dari ECU mesin untuk mengontrol mesin pada putaran idel optimal pada setiap saat.

 

 

 

Sistem ISC terdiri dari ISCV, ECU mesin, dan beragam sensor dan switch.

 

 

1.

Saat starting

 

 

Sikuit bypass dibuka untuk meningkatkan stabilitas

 

2.

Saat memanaskan mesin

 

 

Saat suhu pendingin rendah, putaran idle bertambah agar mesin bekerja dengan halus (fast idle).
Bila suhu pendingin naik, putaran idle berkurang.

3.

Kontrol feedback dan kontrol estimasi

 

 

 

 

Saat menggunakan A/C

 

Saat lampu depan menyala

 

Ketika gigi dipindah dari N ke D atau dari D ke N saat kendaraan berhenti.

 


Pada kasus di atas, bila beban ditambah atau diubah, putaran idle bertambah atau dijaga agar tidak berubah.

 

 

 

OTHER CONTROL

 

Mayoritas sistem kontrol mesin dilengkapi dengan sistem berikut, walaupun ada perbedaan, selain sistem EFI, ESA dan ISC.

 

Semua sistem ini dikontrol oleh ECU mesin.

 

 

 

 

 

 

ETCS-i (Electronic Throttle Control System-intelligent)

 

VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent)

 

VVTL-i (Variable Valve Timing and Lift-intelligent)

 

Sistem kontrol oxygen sensor/pemanas sensor rasio udara-bahan bakar

 

Sistem kontrol A/C

 

Kontrol kipas pendingin

 

ACIS (Acoustic Control Induction System)

 

Sistem kontrol AI (Air Injection)/sistem kontrol AS (Air Suction)

 

Sistem kontrol emisi penguapan

 

Sistem kontrol udara intake

 

Penilaian oktan bahan bakar

 

Sistem kontrol ECT OD cut-off

 

Sistem kontrol EGR cut-off

 

T-VIS (Toyota-Variable Induction System)

 

Sistem SCV (Swirl Control Valve)

 

Sistem kontrol tekanan turbocharger

 

Sistem kontrol supercharger

 

Sistem kontrol EHPS (Electro-Hydraulic Power Steering)

 

 

DIAGNOSIS

 

ECU mesin memiliki fungsi OBD (On-Board Diagnostic) yang secara konstan memonitor setiap sensor dan aktuator. Bila kerusakan terdeteksi, kerusakan direkam sebagai DTC (Diagnostic Trouble Code) dan MIL (Malfunction Indicator Lamp) pada meter kombinasi akan menyala untuk memberitahukan kepada pengemudi.

 

 

 

Dengan menghubungkan tester genggam ke DLC3, komunikasi langsung dengan ECU mesin akan dilakukan melalui terminal SIL untuk konfirmasi DTC.

 

DTC juga dapat dikonfirmasi dengan menyebabkan MIL berkedip, kemudian memeriksa pola kedipan.

 

 

 

PETUNJUK:
MIL disebut juga lampu peringatan CHECK ENGINE atau lampu peringatan sistem mesin.

 

 

 

TYPE OBD

 

Untuk mengkonfirmasi data yang direkam oleh ECU mesin, sistem diagnosa yang disebut MOBD, CARB OBD II, EURO OBD atau ENHANCED OBD II digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan ECU mesin.

 

Tiap sistem ini menampilkan DTC 5 digit pada tester genggam.

 

 

 

 

 

 

1.

MOBD

MOBD adalah sistem diagnosa yang unik untuk Toyota. Sistem ini dapat digunakan untuk memeriksa DTC atau data untuk item-item Toyota.

 

2.

CARB OBD II

CARB OBD II adalah sistem diagnosa emisi yang digunakan di AS dan Kanada. Ia digunakan untuk memeriksa DTC atau data untuk item-item yang di syaratkan oleh peraturan di AS dan Kanada.

 

3.

EURO OBD

EURO OBD adalah sistem diagnosa emisi yang digunakan di Eropa. Ia digunakan untuk memeriksa DTC atau data untuk item-item yang disyaratkan oleh peraturan di Eropa

 

4.

ENHANCED OBD II

ENHANCED OBD II adalah sistem diagnosa yang digunakan di AS dan Kanada.

 

Sistem ini digunakan untuk memeriksa item-item yang disyaratkan oleh peraturan di AS dan Kanada, dan memeriksa DTC atau data untuk item-item milik Toyota.

 

 

 

PETUNJUK:
Tipe awal OBD menggunakan pola kedipan MIL untuk memeriksa DTC.

 

Sistem membaca data yang di output oleh ECU mesin tanpa berkomunikasi dengan ECU mesin.

SEPUTAR KENDARAAN NIAGA TOYOTA

 

DYNA adalah produk TOYOTA yang lebih Kerenya disebut DYNASAURUS mengambil nama binatang PURBAKALA yang dikenal tangguh .dan inilah yang ditawarkan TOYOTA dalam membantu pemiliknya sukses dalam bidang Usahanya,ada Tips yang perlu diperhatikan agar Dynasaurusnya tetap sehat:

 

Agar DYNAsaurus Anda Sehat


MESIN MENDADAK MATI

Mesin mendadak mati (kemungkinan penyebab, prosedur dan metode perbaikan).

  • Kemungkinan penyebab : Mesin tidak dapat hidup kembali.


Prosedur dan metode perbaikannya : Lakukan pengecekan, apakah mesin dapat start sesuai dengan prosedur, bila tidak dapat lakukan perbaikan cek kabel baterai, kabel negatif dan kabel positif.

  • Kemungkinan penyebab : Idle mesin kasar.


Prosedur dan metode perbaikannya : Bila idle mesin tidak stabil, idle mesin kasar, lakukan peyetelan idle ( putaran idle 600 ~ 700 ).

  • Kemungkinan penyebab : Kerusakan kerja selenoid pemutus bahan bakar.


Prosedur dan metode perbaikannya : Bila mesin berputar normal tetapi tidak mau hidup, petunjuk : tidak adanya suara kerja selenoid, juga akibat kendornya hubungan kelistrikan, lakukan pengecekan konektor sebelum melakukan perbaikan.

  • Kemungkinan penyebab : Tidak ada bahan bakar ke dalam pompa injeksi.


Prosedur dan metode perbaikannya : Lihat item no 3. (metode perbaikan kerusakan kerja selenoid ) dan cek sistem bahan bakar, saringan, kerja selenoid, cek kebocoran dalam sistem bahan bakar.

 

 

 

MESIN KURANG TENAGA

Mesin kurang tenaga (kemungkinan penyebab, prosedur dan metode perbaikan).

  • Kemungkinan penyebab : kesalahan penyetelan kabel Akselerator.
    Prosedur dan metode perbaikannya : cek pedal Akselerator bila ditekan sepenuhnya, cek tuas penyetelan bersinggungan dengan skrup penyetelan kecepatan maksimum.
    Bila tidak lakukan penyetelan.
  • Kemungkinan penyebab : Putaran maksimum kurang.
    Prosedur dan metode perbaikannya :Cek RPM maksimum :4.050 ~ 4.250 bila tidak sesuai lakukan penyetelan sesuai dengan spesifikasi.
  • Kemungkinan penyebab : Saringan bahan bakar tersumbat.
    Prosedur dan metode perbaikannya : Lepas selang saluran bahan bakar dan langsungkan ke pompa injeksi, bila hasilnya baik berarti saringan tersumbat dan lakukan penggantian saringan bahan bakar.
  • Kemungkinan penyebab : Kesalahan timing injeksi.
    Prosedur dan metode perbaikannya : Standart timing 1.31 ~ 1.37 mm, bila hasil kurang dari standar lakukan penyetelan seperti spesifikasi.
  • Kemungkinan penyebab : Kesalahan Nozel injeksi.
    Prosedur dan metode perbaikannya : Cek tekanan nozel standart 180 ~ 210 Kg/cm2, bila tekanan nozel kurang dari spesifikasi lakukan penyetelan, sesuai dengan spesifikasi.
  • Kemungkinan penyebab : Kebocoran bahan bakar.
    Prosedur dan metode perbaikannya : Cek kebocoran bahan bakar, pada sambungan pompa injeksi, baut Kepala distributor pompa injeksi, serta katup delivery. Lakukan pengecekan sesuai spesifikasi

 

Memilih Armada yang Sesuai dengan Usaha Anda


Setiap jenis usaha memiliki karakteristik produk dan jaringan distribusi tersendiri.

Untuk itulah, setiap Anda sebagai pebisnis tentu membutuhkan armada dengan spesifikasi khusus untuk mendukung usaha Anda.

TOYOTA, memberikan alternatif bagi Anda dalam memilih produk yang sesuai, dengan dukungan pengembangan produk yang berorientasi pada performa, kenyamanan dan ekonomis.

Dyna

110ST

110ET
130LT

130HT
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Dealer kami yang terdekat.

 

Penurunan Akselerasi Pada Mobil Solar

Penurunan akselerasi pada mesin berbahan bakar solar bisa disebabkan karena solar bercampur air dan kotoran. Akibatnya, pembakaran tidak sempurna sehingga mobil tersendat-sendat.

Endapan air dan kotoran yang terjadi di dalam saringan solar harus diperhatikan. Karena bila endapan sudah terlalu banyak dapat terbawa masuk ke sistem saluran bahan bakar sehingga pompa dan nosel injector mudah berkarat serta aus. Untuk mengatasinya sangat mudah, yaitu dengan membuang kandungan air yang sudah mencapai ambang batas melalui water sedimenter. Perhatikan caranya:

  1. Lakukan pemeriksaan rutin kandungan air, sebaiknya dilakukan setiap 5.000 km. Jika kurang dari batas itu, indikator sedimenter pada dasbor akan menyala.
  2. Cara membuangnya kendurkan baut plastik di sebelah pompa tangan atau tepatnya disamping atas mesin. Buka baut plastik tadi seperlunya sampai cairan solar bercampur air menetes keluar.
  3. Tekan pompa pembuangan dengan tangan ke atas dan ke bawah. Sambil memompa perhatikan cairan yang keluar dari sedimen, pertama kotoran lalu air.
  4. Tadahlah buangan solar di baki penampung supaya tidak tercecer ke mobil. Karena jika tumpah, solar bisa membuat karet-karet atau bushing jadi melar dan mengeras.
  5. Setelah isi water sedimenter habis, putar tuas pompa melawan arah jarum jam untuk membuka kancing pompa agar kandungan air yang tersisa bisa keluar semua.
  6. Kemudian tarik tuas pompa dan lakukan pemompaan secara teratur untuk membuang solar dan kotoran. Lakukan beberapa kali sampai benar-benar habis. Jika sudah yakin endapan telah habis semua kembalikan pompa ke posisi semula dan kunci kembali dengan memutar searah jarum jam.

 

Tips Memilih Cara Meningkatkan Tenaga Mesin

Meningkatkan tenaga mesin bisa dilakukan dengan banyak cara dengan tingkat kerumitan dan biaya yang bervariasi. Ada baiknya untuk menyesuaikan perangkat penambah tenaga dengan rute yang paling sering dilewati. Sebagai bahan pertimbangan, dibawah ini dikenalkan bebarapa cara untuk menambah tenaga mesin.

Turbocharger:

Kerja sistem ini dengan memanfaatkan tekanan gas buang untuk meningkatkan tenaga mesin. Caranya, gas buang yang bersuhu dan tekanan tinggi dimasukkan kembali ke saluran intake mesin sehingga proses pembakaran lebih mudah dan kerja piston lebih ringan.

Kelebihan

  1. Torsi dan akselerasi jauh lebih baik. Penambahan tenaganya bisa mencapai 100 daya kuda, bahkan lebih. Perangkat ini juga menghemat energi, karena campuran udara dan bahan bakar yang lebih homogen akan lebih cepat terbakar.
  2. Sistem ini bekerja baik disegala medan, di perkotaan yang macet, di pegunungan yang penuh tanjakan dan berkelok-kelok ataupun jalan antar kota yang datar dan lurus.
  3. Semakin banyak gas buang yang dihasilkan, semakin besar energi tambahan yang disuplai turbocharger. Itu sebabnya perangkat ini bekerja lebih baik pada putaran mesin tinggi.

Kekurangan :

  1. Ketika Turbo diaktifkan reaksinya terasa agak terlambat. Gejala ini dikenal sebagai turbo lag. Untuk mengurangi efek turbo lag, dikembangkan sistem turbocharger ganda dimana turbocharger pertama bereaksi pada putaran mesin rendah, sementara turbo lainnya bekerja pada putaran yang lebih tinggi.
  2. Pemasangan sistem ini, seringkali mengharuskan perubahan exhaust manifold dan juga penambahan perangkat intercooler sistem yang berfungsi menurunkan suhu udara yang masuk ke intake.
  3. Pemasangannya rumit dan membutuhkan biaya yang mahal.

 

Perubahan saluran buang (exhaust):

Prinsip kerjanya adalah memperlancar aliran gas buang (free flow) dan mengurangi tekanan balik.

Kelebihan :

  1. Yang pertamakali dilakukan bila ingin mendongkrak tenaga mesin. Selain lebih murah dari pemasangan sistem turbocharger, instalasinya juga lebih sederhana. Pilihannya sangat bervariatif dengan harga yang beragam pula.
  2. Telitilah sebelum membeli, karena perubahan sistem pembuangan akan merubah suara yang keluar. Semakin bebas aliran, semakin dahsyat suara yang dihasilkan.
  3. Modifikasi ini akan sangat bermanfaat untuk mobil yang biasa dipakai untuk perjalanan antar kota. Karena pada kecepatan konstan akan lebih baik bila gas buangnya juga mengalir lancar sehingga kerja mesin lebih ringan.

Kekurangan :

  1. Tidak banyak tenaga tambahan yang diperoleh dengan perubahan sistem pembuangan.

 

Modifikasi saluran masuk (intake):

Prinsip kerjanya adalah memperlancar masuknya udara ke mesin. Semakin cepat splai udara, semakin tinggi tenaga yang dihasilkan. Agar lancar hambatan yang ada di kurangi sebanyak mungkin. Semakin sempurna aliran udara, semakin cepat proses pembakaran terjadi. Plus: Dipasaran banyak dijual sistem intake yang memiliki sedikit hambatan dengan bentuk yang bervariasi. Materialnya mulai dari besi, aluminium hingga fiberglass. Yang paling baik berbahan fiberglass disusul aluminium dan besi.

Metode yang banyak dilakukan adalah mengganti saluran intake dengan aluminium karena harganya relatif murah dan tahan lama.

Tambahan tenaganya lebih baik dari pada perubahan saluran buang dengan harga yang lebih murah. Paling baik digunakan di perkotaan yang membutuhkan pasoka udara yang cepat untuk akselerasi.

 

Jika Sasis Mulai Menyanyi

Komponen sistem transmisi ini apabila mengalami kerusakan maka akan terdengar bunyi-bunyi yang tak nyaman di telinga. Lakukan pemeriksaan bagian-bagian mana yang menimbulkan bunyi sehingga bisa dideteksi kerusakan apa yang terjadi. Pemeriksaan dilakukan sambil menjalankan mobil dan amati semua bunyi yang terdengar.

1. Bunyi mendengung/menggerung

  • Jika terdengar bunyi mendengung/menggerung saat kendaraan mulai bergerak kemungkinan bantalan roda sudah aus. Perlu tindakan untuk mengganti gemuk bantalannya atau jika sudah aus parah perlu diganti semua.
  • Jika terdengar suara menggerung dari belakang untuk mobil dengan jenis penggerak roda belakang, maka kemungkinan ada masalah pada pedal gasnya. Bunyi mengorok keras akan terdengar saat pedal gas diinjak.

2. Bunyi duk/jleg

  • Jika terdengar bunyi duk..duk atau jleg..jleg..saat kopling dilepas itu menandakan perangkat diferensial roda belakang sudah aus. Bantalan-bantalannya membutuhkan penggantian. Bisa juga karena gigi-gigi ring dan pinion sudah terlalu besar.

3. Bunyi cit..cit..cit

  • Bila terdengar bunyi cit..cit..cit yang makin lama makin cepat saat kendaraan melaju maka komponen crossjoint pada as kopel sudah aus dan mungkin harus diganti. Bisa juga karena komponen tersebut sudah lama tidak diberi gemuk sehingga lama-lama aus dan celahnya melebar.
  • Bila bunyi cit..cit..cit terdengar saat kendaraan bergoyang kemungkinan penyebabnya dari suspensi per daun. Bunyi timbul karena terjadi gesekan pada per daun karena logam yang kekeringan.

Apa penyebab banting klep

 Banting klep atau knocking yang terjadi pada kendaraan disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1. Timing pengapian yang terlalu maju 2. P...