Selasa, 04 April 2023

MENGEMUDI AMAN DAN EFISIEN Hal-hal Penting Dalam Menjalankan Kendaraan Baru

Tips agar pengendaraan aman dan efisien:

1)     Pengecekan Bagian Luar Mobil

Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.

Pengecekan Ban
Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan.
Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar.

Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban.

Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda.

Pengecekan Mesin
Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.

2)     Pengecekan Dalam Mobil

Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis.

Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.

3)     Posisi Duduk

Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:

a)     Komunikasi
Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil.

b)    Kenyamanan
Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh.

c)     Kontrol
Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.

 

Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:

Sabuk Pengaman
Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama. Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya.

            Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul.       Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar duduk yang tepat.

Jarak Kursi
Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.

Sandaran Kursi
Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.

Jarak Tubuh & Kemudi
Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi.

Posisi Penahan Kepala
Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala.

Ketinggian Kemudi
Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.

Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:

Pengecekan Instrumen Dashboard
Cek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati.

Pengaturan Kaca Spion
Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.

Pengecekan Lampu-lampu
Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.

4)     Olah Kemudi

Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir.

Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera bahkan kematian.

 

 

Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:

1.     Tarik-Dorong
Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi.

2.     Silang
Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah.

5)     Teknik Pengereman

Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake

System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).

ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman.
Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.

EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung.

Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.

6)     Scanning

Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek-objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.

7)     Blind Spot

Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda.

8)     Safe Following Distance

Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:

Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan.
Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’.
Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan.
Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.

 

 

9)     Safe Stopping Distance

Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.

10)  Parkir

Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil.

Tips Efisiensi Bahan Bakar Saat Mengemudi:

  • Pastikan kondisi mesin selalu prima.
  • Jaga putaran mesin tetap rendah.
  • Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.
  • Gunakan pengereman dengan mesin.
  • Tekanan udara ban selalu normal.
  • Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat.

Matikan AC jika tidak diperlukan.

 

Manfaat Tachometer Untuk Menghemat Bahan Bakar

Tachometer atau penunjuk rotation per minutes RPM, tentu bukan sekedar penghias dashboard. Namun bermanfaat bagi pengemudi karena dapat menjadi penuntun untuk mengoperasikan mobil dengan hemat.

Ini dikarenakan melalui tachometer, pengemudi akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti posisi gigi. Selain itu, menjalankan kendaraan pada putaran statis sesuai dengan petunjuk masing-masing pabrikan, dapat lebih menghamat konsumsi bahan bakar.

Penggantian gigi yang tepat dilakukan pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum).

Perhatikan data teknis mobil dan lihat keterangan mengenai Torsi Maksimum (torque maximum). Manual book memuat keterangan mengenai data ini. Biasanya, tertulis dengan satuan feet/lbs, feet-pounds, atau Newton meter (Nm). Masing-masing mesin memiliki torsi maksimum yang berbeda. Biasanya, angka torsi (momen) selalu dikaitkan dengan angka putaran mesin (RPM).

Contoh, data teknis pada manual book tertulis torque maximum: 200 Nm/3.750 rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200 Nm terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3.750 per menit.

Pada contoh ini, berarti sebaiknya melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukkan kisaran angka 3.750.

Angka RPM di tachometer juga penting diperhatikan tidak hanya saat pergantian gigi ke posisi yang lebih tinggi. Untuk mengefektifkan konsumsi BBM, saat melaju di jalan pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut. Karena, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan output yang dihasilkan mesin dan tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil.

 

Memperpanjang Umur Kendaraan

  1. Hindari pemanasan mesin yang terlalu lama, jika putaran mesin sudah rata jalankan kendaraan.
  2. Putaran mesin diusahakan jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi.
  3. Hindarilah menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi, usahakan menjalankan kendaraan dengan kecepatan konstan dan jangan mengkocok-kocok pedal gas jika tidak diperlukan.
  4. Waktu mengendarai jangan meletakkan kaki di atas pedal kopling
  5. Jagalah tekanan angin ban kendaraan sesuai/ tepat.
  6. Bagi kendaraan yang menggunakan Exhaust Brake, posisikan switch utama pada ON jika sedang berkendara.
  7. Ikuti jadwal perawatan pemeliharaan yang ada pada buku pedomn pemilik dan buku service.

 

 

Hal-hal Penting Dalam Menjalankan Kendaraan Baru

Memiliki mobil baru tentu anda ingin segera mengemudikannya. Namun jangan karena terlalu semangat anda melupakan beberapa hal penting yang harus anda perhatikan dalam menjalankan kendaraan baru. Jika anda menjalankan kendaraan yang masih baru dengan hati-hati dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuatnya maka kendaraan anda akan berada dalam kondisi yang sebaik-baiknya tentu saja diikuti oleh perawatan berkala secara rutin. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kendaraan baru :

  1. Untuk 1.000 km pertama kendaraan harus dijalankan dengan cara-cara yang khusus atau biasa disebut running-in.
  2. Bacalah dengan seksama buku petunjuk menjalankan kendaraan yang diberikan oleh pabrik pembuatnya dan laksanakan saat menjalankan kendaraan.
  3. Sebelum menjalankan kendaraan, panaskanlah mesin terlebih dahulu, jangan menjalankan kendaraan dengan tiba-tiba, jangan mengadakan akselerasi dan jangan mengerem dengan tiba-tiba.
  4. Janganlah bekerja pada putaran mesin yang terlampau tinggi. Sebaiknya diusahakan agar putaran mesin selalu lebih rendah dari 60% putaran mesin maksimum.
  5. Sesudah kendaraan menjalani 10.000 km pertama, gantilah minyak pelumas mesin, dan saringannya
  6. Sesudah kendaraan menjalani 10.000 km, ada kemungkinan baut-bautnya menjadi kendor. Maka bawalah kendaraan ke bengkel untuk diperiksa dan dikokohkan baut-baut dan sekrupnya. Periksa juga celah bebas katupnya.
  7. Kenalilah kendaraan anda dengan baik sebelum anda menjalankan kendaraan anda dengan kecepatan tinggi karena setiap kendaraan memiliki ciri-ciri yang khas terutama ditinjau dari segi keamanan dan keselamatan dalam perjalanan.

  

TIPS BERKENDARA

 

Liburan telah tiba,untuk kenyamanan ada baiknya mengikuti Tips berikut

 

 

Mengatur Barang Bawaan Juga Penting Bagi Keselamatan

Konsentrasi menjadi persyaratan penting yang turut menentukan kesigapan, kelincahan dan kecermatan kita mengendarai mobil. Jangan sampai melamun atau terlalu membagi pikiran kita ke masalah-masalah lain yang berpotensi mengalihkan konsentrasi kita dari kondisi jalan. Risikonya sangat fatal, bisa mengakibatkan kecelakaan.

Di antara sekian banyak masalah yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara adalah barang bawaan. Coba saja ingat-ingat, Anda mungkin sering mengalami keadaan seperti ini: saat mau berangkat kerja atau hendak menuju ke suatu tempat, otak kita sibuk memikirkan apakah barang bawaan kita sudah lengkap, pikiran tersebut terus mengganggu kita sepanjang perjalanan sehingga konsentrasi kita mudah terganggu. Bisa juga sebuah kecelakaan terjadi hanya gara-gara alat komunikasi kita berdering dan jatuh ketika kita berusaha mengambilnya.

Karena itu, terkait dengan barang bawaan, ada beberapa poin yang harus kita perhatikan:

1.     Sebelum masuk ke dalam mobil, periksa lagi barang bawaan satu persatu. Pastikan tidak ada yang ketinggalan. Jika perlu, buka lagi saku tas agar benar-benar yakin bahwa seluruh peralatan, dokumen dsb yang diperlukan telah terbawa semua.

2.     Sambil menunggu mesin mobil panas, letakkan barang-barang yang mungkin diperlukan di tengah perjalanan. Misalnya, SIM, STNK, kartu parkir, uang receh, kaca mata, air minum, makanan kecil, hand phone atau alat komunikasi lainnya. Letakkan seluruhnya di tempat yang mudah dijangkau. Jangan sampai kita kerepotan ketika barang-barang itu tiba-tiba kita perlukan.

3.     Bagi para pengendara wanita, gunakan kesempatan menunggu mesin panas untuk berkaca dan berdandan. Jika sedang mengendarai mobil, jangan biasakan merias diri ketika mobil sedang berhenti di lampu merah.

4.     Khusus barang-barang yang sangat bernilai (misalnya laptop) letakkan di tempat yang tidak mudah dilihat dari luar. Ini sangat berguna dalam mencegah tindak kriminal di perjalanan.

5.     Terkait dengan dering alat komunikasi, jangan paksakan untuk menjawab panggilan jika kondisi tidak memungkinkan. Sangat baik juga bila menggunakan hands free atau blue tooth jika memang harus berkomunikasi dalam perjalanan.

6.     Setelah sampai di lokasi, jangan langsung mematikan mesin. Rapikan dulu barang-barang bawaan, baru putar kunci kontak ke posisi "OFF". Selain memberi waktu untuk mendinginkan mesin, langkah ini juga berguna dalam mencegah kemungkinan kunci tertinggal di dalam mobil akibat kita terlalu konsentrasi terhadap barang bawaan.

 

Mengenali Beberapa Hal Penyebab Kelelahan


Perjalanan panjang saat mudik dengan mengendarai kendaraan sendiri memerlukan kondisi fisik yang prima. Pengemudi harus berkonsentrasi sehingga dapat mengendarai kendaraan dengan tenang dan nyaman di segala situasi dan kondisi lalu lintas. Salah satu penyebab konsentrasi menurun karena terserang kelelahan. Penyebab kelelahan ada bermacam-macam, untuk itu kenalilah penyebabnya untuk dapat mengantisipasinya sebelum dan selama perjalanan.

Perhatikan posisi duduk saat mengemudi :
Jika pantat dan punggung sudah mulai panas itu tandanya posisi duduk Anda perlu dibenahi. Namun hal itu bisa diantisipasi dengan menaruh sandaran punggung atau head rest.

Posisi yang harus dihindari adalah posisi tubuh melengkung akan membuat tulang belakang lelah.
Usahakan duduk dengan posisi badan tegak, rileks dan tidak kaku.

Perhatikan sirkulasi udara dalam kabin :
Jika udara mulai terasa sumpek sehingga menyebabkan badan lesu itu karena sirkulasi udara dalam kabin tidak bagus.

Sirkulasi udara yang tidak bagus membuat material udara tidak segar. Debu dalam kabin mengganggu pernafasan dan jika terhirup cukup lama akan membuat badan lesu tak bersemangat.

Maka dari itu sebelum berangkat lakukan pembersihan agar debu tak sempat bersarang seperti di AC, interior, kabin.

Selama perjalanan sekali-sekali buka kaca jendela agar ugara segar bisa masuk.

Usahakan agar perut tidak dalam keadaan lapar :
Selama perjalanan jangan sampai perut Anda kosong karena lapar. Kondisi perut lapar dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Tubuh akan lemas / lelah alis loyo.

Bawalah bekal makanan secukupnya, jika memungkinkan bawalah bekal masakan dari rumah untuk disantap bersama keluarga di sela-sela waktu istirahat. Bawalah juga bekal makanan ringan untuk pengganjal lapar, minuman dan buah-buahan segar. Hal itu untuk mengantisipasi, bila perut lapar dan Anda masih terjebak kemacetan di jalan sehingga belum sempat berhenti makan.

Bagi Anda yang berpuasa pastikan menu sahur yang disantap cukup kandungan gizinya. Jika perlu minumlah suplemen vitamin penambah tenaga yang banyak dijual di toko dan apotik untuk menjaga stamina selama Anda berpuasa.

Jangan memaksakan diri untuk cepat sampai :
Keinginan agar cepat sampai di tujuan bertemu sanak keluarga sering membuat pengemudi lupa diri dan terus memacu kendaraannya. Sehingga badan lelah dan capek tidak dirasakan.

Jika rasa lelah mulai menyerang, usahakan luangkan waktu untuk beristirahat. Sebagai patokan beristirahatlah setiap tiga jam sekali. Carilah tempat yang nyaman dan aman. Lakukan senam ringan untuk peregangan.

Mintalah tolong kepada anggota keluarga yang lain untuk memijit bagian-bagian tubuh yang pegal misalnya pinggang, punggung, leher dan bahu untuk meredakan ketegangan otot.

Hindari kebosanan :
Rasa bosan juga dapat memicu kelelahan. Keadaan ini dapat membahayakan dan menghilangkan konsentrasi. Untuk itu jangan biarkan pengemudi terjaga seorang diri, sementara penumpang lainnya tertidur lelap.

Untuk mengusir bosan, sedapat mungkin jangan diam saja. Sesekali obrolan atau candaan ringan dapat mengusir bosan atau setel lagu yang menyenangkan.

Tips Berkendara Aman dari Tangan-Tangan Jahil

Situasi  yang semakin tidak aman membuat para pengemudi harus ekstra hati-hati saat berkendara. Sebab, tidak jarang terjadi aksi penodongan atau perampasan yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab terhadap para pengendara yang lengah, dan hebatnya kerap dilakukan di tempat-tempat ramai. Oleh karena itu, ada baiknya Anda yang sering berkendara saat menuju ke suatu tempat memperhatikan tips-tips berikut :

  • Sebelum meninggalkan mobil di tempat parkir,pastikan pintu mobil terkunci semua dan jendela tertutup rapat. Dan jangan lupa, meski telah dikunci, periksa lagi kendaraan Anda.
  • Hal kedua adalah jangan pernah membuka kaca mobil kecuali laju kendaraan Anda cukup kencang. Sebab kaca mobil yang terbuka kerap mendorong orang yang berniat jahat untuk melakukan penodongan.
  • Jangan meninggalkan barang berharga dalam mobil saat keluar, ataupun menaruh barang tersebut di tempat-tempat yang bisa terlihat dari luar mobil. Hal ini harus diperhatikan terutama untuk kalangan ibu-ibu, yang kerap menaruh HP atau tas berisi uang di atas jok ataupun dashboard. Hal ini termasuk penggunaan HP saat berkendara, terutama saat mobil berhenti di lampu merah. Selain dapat membahayakan pengendara lainnya (terutama saat melaju), HP adalah barang yang paling menarik bagi penodong untuk melancarkan aksinya.
  • Yang terakhir, jangan lupa untuk membawa alat-alat pengaman yang bisa digunakan dalam keadaan darurat. Benda-benda seperti kunci roda, tang, kunci inggris, tongkat baseball dapat berguna untuk membela diri Anda seandainya suatu saat Anda terpaksa harus mempertahankan diri dari penodong. Saat berhenti di perempatan yang sering kali rawan, usahakan untuk menjaga jarak dengan kendaraan depan. Dengan demikian, saat dikepung oleh penjahat, Anda tinggal tancap gas dan meninggalkan tempat tersebut. Dan bila dikuntit orang, jangan pernah berhenti di tempat sepi karena hal itu hanya akan membahayakan keselamatan Anda sendiri.

 

Mengurangi Tingkat Kejahatan di Jalan


Setiap perjalanan mengandung risiko. Terlebih di kota besar, dimana kecenderungan orang untuk tidak memperhatikan nasib orang lain. Tingkat kejahatan di jalan raya sudah sangat memprihatinkan, kalau tidak dibilang mengkhawatirkan. Beragam jenis kejahatan, mulai yang ringan hingga berat, dari yang dilakukan perorangan hingga sekelompok orang, bahkan dalam suasana ramai maupun sepi.

Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar perjalanan anda lebih aman dan nyaman :

  • Pastikan anda menggunakan sabuk pengaman, mengunci pintu dan menutup jendela.
  • Hindari menaruh barang berharga pada tempat yang mudah terlihat. Usahakan untuk menyimpan di tempat yang tersembunyi dan mudah dijangkau (sekiranya diperlukan)
  • Hindari penggunaan ponsel saat mengemudi. Selain mengurangi konsentrasi, terkadang emosi kita akan mengalami perubahan, sementara konsentrasi sangat dibutuhkan saat anda mengemudi.
  • Jika terpaksa anda harus berhenti (baik diperempatan maupun karena kerusakan), usahakan mencari tempat yang cukup ramai.

Jangan lupa untuk selalu berdo'a .. Semoga perjalanan anda nyaman dan aman adanya.

Atasi AC Mati dengan Cairan Shampoo

Ini memang bukan tips tentang mengatasi kabin mobil yang panas ketika AC (air conditioned) tidak berfungsi dengan baik. Lebih penting lagi, isinya sangat berkaitan erat dengan situasi AC mati dan kenyamanan serta keamanan berkendara, terutama ketika kita tengah berkendara di saat turun hujan. Sebab, jika AC mobil mati ketika kita tengah berkendara di bawah guyuran hujan, biasanya kita akan terganggu oleh kemunculan embun di kaca-kaca. Sudah pasti, situasi ini sangat berbahaya karena pandangan kita menjadi tidak maksimal.

Di sinilah arti penting cairan shampoo. Kemunculan embun pada kaca-kaca mobil dapat kita cegah cukup dengan shampo rambut. Caranya mudah. Siapkan lap atau kain yang bersih. Kemudian tuangkan sedikit shampoo jenis apa saja ke kain atau lap tersebut, lalu olesi secara merata dan tipis saja ke kaca depan serta area-area yang kita gunakan untuk memantau kondisi jalan. Embun tak akan muncul karena cairan shampoo mengandung unsur kimia yang dapat menghalau uap air.

Jangan lupa untuk segera membersihkan kaca-kaca kembali. Jika tidak, kaca yang telah kita beri shampo ini mengundang debu untuk menempel dan menumpuk. Lama kelamaan akan membuat kaca-kaca mobil kusam, bahkan berjamur.

Sebenarnya, embun-embun yang muncul di kaca pada saat turun hujan karena terjadi perbedaan temperatur antara di dalam kabin mobil dan di luar. Karena AC mati sementara hujan tengah mengguyur, berarti temperatur di dalam kabin lebih panas ketimbang di luar. Itu sebabnya, maka muncul embun di sisi dalam kaca-kaca.

Ada juga kasus munculnya embun pada sisi luar kaca. Hal ini terjadi jika temperatur di luar justru lebih tinggi dari pada di dalam. Berbeda dengan kasus di atas, kemunculan embun-embun seperti ini justru terjadi pada saat AC berfungsi normal. Biasanya, temperatur AC terlalu rendah sehingga suhu kabin jauh lebih dingin dibandingkan temperatur di luar. Solusinya, cukup dengan menaikkan temperatur AC.

 

Bila Ban Anda Kempes

Kurangi kecepatan laju kendaraan anda secara bertahap.

Jagalah kendaraan anda tetap lurus, sambil secara perlahan bergerak ke bahu jalan yang aman.

Parkirlah di tempat yang rata dan berlandasan kuat

Matikan mesin dan nyalakan lampu darurat jika diperlukan

Tarik tuas rem parkir, dan pindahkan tuas transmisi ke posisi 'P' (untuk transmisi otomatis) atau posisi 'R' (untuk transmisi manual)

Persilakan seluruh penumpang untuk turun

Anda perlu mengetahui hal-hal berikut untuk menghindari kemungkinan terjadinya cedera diri :

Jangan sekali-kali masuk ke kolong kendaraan yang hanya ditopang dengan dongkrak saja. Sebaiknya anda gunakan alat pengaman tambahan.

Jangan menghidupkan mesin selama kendaraan anda ditopang dengan dongkrak

Ganjal roda bagian sisi melintang diagonal dari roda yang diangkat.

Pastikan untuk meletakkan posisi dongkrak dengan tepat, untuk menghindari kerusakan bagian kendaraan anda.

Jangan mulai mendongkrak, jika masih ada orang di dalam kendaraan anda.

Angkat kendaraan hanya secukupnya, kira-kira cukup untuk penggantian ban saja

 

1-Ambillah peralatan yang dibutuhkan beserta ban cadangannya :

Dongkrak

Kantong peralatan

Sambungan tangkai pemutar dongkrak di bawah jok tengah

Ban cadangan

Dongkrak ditempatkan khusus, untuk menghindari kemungkinan terlempar pada saat terjadi kecelakaan.

Putar persambungan dongkrak dengan tangan. Untuk melepaskan : putar berlawanan dengan arah jarum jam.

Untuk menyimpan : putar persambungan dongkrak pada arah 2 sampai dongkrak terikat dengan aman untuk untuk mencegahnya terlempar ke depan pada saat terjadi tabrakan atau pengereman mendadak.

Untuk melepaskan ban cadangan : masukkan ujung sambungan handle dongkrak ke dalam sekrup penurun ban dan putarlah berlawanan putaran jarum jam

2-Setelah ban turun dengan sempurna di atas tanah, lepaskanlah braket pengikatnya

Saat Anda menyimpannya kembali, letakkan ban cadangan dengan bagian luar menghadap ke atas . Saat ditarik ke atas, posisi ban harus lurus ke atas tanpa tersangkut komponen lain, agar ban tidak terlempar saat terjadi kecelakaan.

Ganjal roda pada arah diagonal dari ban yang kempes, untuk menghindari kendaraan menggelinding saat didongkrak.

Pada saat mengganjal ban, letakkan ganjal dari depan untuk roda depan, atau dari belakang untuk roda belakang

3- Melepas ornamen roda

Ungkit dengan menggunakan ujung yang pipih pada alat pembuka ornamen (ujung yang berlawanan dengan kunci roda). Jangan mencoba menarik ornamen dengan tangan, karena dapat mengakibatkan luka pada diri anda.

4- Kendorkan semua mur roda

Sebelum mendongkrak kendaraan, kendorkan seluruh mur roda, dengan memutar mur berlawanan dengan arah jarum jam.

Untuk mendapat tekanan yang maksimal, letakkan handle di sebelah kanan. Peganglah kunci di dekat ujung handle dan tariklah handel ke atas. Berhati-hatilah agar kunci tidak terlepas dari mur.

Kendorkan mur dengan satu setengah putaran, dan biarkan mur menempel pada tempatnya.

5- Tempatkan dongkrak pada titik pendongkrakan

Perhatikan posisi alat dongkrak. Titik pendongkrakan belakang berada di bawah rumah axle belakang (di dekat gantungan pegas daun). Pastikan bahwa dongkrak bertumpu pada tempat yang datar dan keras, untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.

6- Setelah memastikan tidak ada lagi penumpang yang berada dalam kendaraan, angkatlah kendaraan secukupnya sehingga ban cadangan dapat dipasang

Posisi memasang ban cadangan, anda perlu mengangkat lebih tinggi dibandingkan dengan saat anda melepas ban yang kempes.Untuk mengangkat kendaraan, masukkan sambungan handel dongkrak ke dalam dongkrak, kemudian putar searah jarum jam dengan handel. Saat dongkrak menyentuh kendaraan dan mulai mengangkatnya, periksa kembali apakah posisinya sudah benar.

PERHATIAN

Jangan sesekali masuk ke kolong kendaraan, jika kendaraan hanya ditopang dengan dongkrak saja.

7- Lepas Mur Roda dan Ganti Ban

Angkat ban yang kempes lurus ke atas dan tariklah menyamping.

Gelindingkan roda cadangan ke posisinya dan tepatkan lubang pada roda dengan baut-baut roda. Angkat roda dan masukkan sekurang-kurangnya baut yang paling atas terlebih dahulu. Gerakkan roda dan tekan terhadap baut yang lainnya.

Sebelum memasang roda, bersihkan karat yang menempel pada permukaan pemasangan dengan sikat kawat atau sejenisnya. Pemasangan roda tanpa kontak metal dengan metal secara baik di permukaan pemasangannya dapat berakibat mengendurnya mur roda dan bahkan dapat menyebabkan roda terlepas pada saat kendaraan sedang meluncur.

Untuk itu setelah jarak tempuh sekitar 1.600 km pertama, cek kembali bahwa mur roda kencang.

8- Pasang Kembali Semua Mur

Pasang kembali mur roda (bagian yang tirus menghadap ke dalam) dan kencangkanlah semuanya sekuat tangan anda. Dorong roda ke dalam dan kencangkan kembali mur-mur tersebut.

9- Turunkan Kendaraan dan Kencangkan Mur

Untuk menurunkan kendaraan, putar sambungan handle dongkrak berlawanan arah jarum jam dengan handle sambil memastikan agar handle tetap terikat pada sambungan handle dongkrak.

Gunakan hanya kunci mur roda saja untuk mengencangkan. Jangan menggunakan alat lain atau sambungan tambahan, selain tangan anda (misalnya palu, pipa ataupun kaki anda). Pastikan bahwa kunci roda terkait dengan sempurna pada mur roda.

Kencangkan mur roda sedikit demi sedikit dengan urutan seperti pada gambar. Ulangi prosesnya sampai semua mur kencang.

PERHATIAN

Saat menurunkan kendaraan, pastikan seluruh bagian tubuh anda dan orang lain yang berada di sekitarnya tidak terluka saat kendaraan diturunkan dengan dongkrak.

10- Pasangkan Kembali Dop (Ornamen) Roda

Pasang ornamen roda pada posisinya dan pukullah sedikit dengan sisi atau tumit tangan anda, agar masuk pada tempatnya.

PERHATIAN
Berhati-hatilah dalam mengangai dop roda untuk mencegah terjadinya luka yang tidak diinginkan

 

Mengenal Transmisi Otomatis

 

Memahami posisi tuas transmisi pada kendaraan bertransmisi otomatis merupakan bekal untuk berkendara dengan baik. Silakan simak penjelasannya dalam tips ini.

[P] Parkir
untuk kondisi parkir, roda dalam keadaan terkunci

[R] Reverse/Mundur untuk berkendara mundur

[N] Netral bebas koneksi dengan mesin, digunakan saat berhenti lama (di lampu merah, dll)

[D] Drive/Maju digunakan saat berkendara, gigi transmisi akan berpindah secara otomatis sesuai kecepatan kendaraan

[2] Second untuk jalan menurun, memberi efek mengerem, gigi transmisi hanya sampai gigi dua

[L] Low untuk daerah yang banyak turunan curam, misal pegunungan, untuk menahan laju kendaraan dengan pengereman mesin. Gigi transmisi tetap pada posisi gigi satu saja

Penggunaan Over Drive
Saat berkendara dengan posisi [D] tekan tombol Over Drive [O/D] agar transmisi berpindah ke gigi 4 pada waktunya secara otomatis. Over Drive dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar serta menambah kenyamanan berkendara (memperhalus bunyi mesin) pada kecepatan tinggi.

 

 

Penggunaan Transmisi Otomatis


Mengemudikan kendaraan dengan transmisi otomatis perlu pengetahuan khusus, perhatikan hal-hal berikut supaya Anda dapat mengemudikannya dengan aman dan nyaman.

Saat Akan Menghidupkan Mesin

  • Pastikan rem tangan terpasang.
  • Injak pedal rem dengan kaki kanan.
  • Pastikan tuas transmisi pada posisi [P].
  • Hidupkan mesin.


Saat Akan Menjalankan Kendaraan

  • Injak rem dengan kaki kanan, karena kendaraan cenderung akan maju sendiri meski pedal gas belum diinjak.
  • Pindahkan transmisi ke posisi [D] untuk maju atau [R] untuk mundur.
  • Jangan menginjak pedal gas saat Anda memindah tuas transmisi.
  • Lepaskan rem tangan. Lepas pedal rem secara perlahan, kemudian tekan pedal gas dengan hati-hati (secara bertahap)

 

Tips Irit Pada Mobil Transmisi Otomatik

Mobil dengan transmisi otomatik semakin diminati, terutama di kota-kota besar dengan lalu lintasnya yang padat. Kondisi itu bisa dipahami karena pengemudi tidak lagi capek mengoperasikan kopling dan transmisi ketika laju mobil tersendat-sendat karena macet. Meski begitu, mobil dengan transmisi otomatik tersebut juga dikeluhkan oleh pemilik kendaraan, antara lain boros bahan bakar dan kampas rem.

Mengapa mobil dengan transmisi otomatik boros akan bahan bakar? hal ini dikarenakan torque converter tetap berputar disaat mobil berhenti, artinya mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibandingkan dengan mobil yang menggunakan transmisi manual. Faktor ini juga menyebabkan mobil dengan transmisi otomatik menimbulkan gejala merayap di saat berhenti dengan tuas gigi berada di D dan pedal rem tidak di tekan.

Banyak pemakai kendaraan dengan transmisi otomatik hanya selalu menggunakan tuas gigi berada di D dan tidak pernah menggunakan overdrive atau OD. Padahal dengan memanfaatkan overdrive atau OD, konsumsi bahan bakar bisa di irit.

Kampas rem pada mobil dengan transmisi otomatik setiap 20.000 km harus sudah di ganti dengan yang baru. Sedangkan mobil dengan transmisi manual membutuhkan waktu yang agak lama yaitu setiap 50.000 km.

Hal tersebut disebabkan, pengemudi hanya menggunakan tuas gigi hanya berada di D dan tidak pernah memanfaatkan gigi D2 atau L. Terutama saat meluncur di turunan. Akibatnya, pemanfaatan engine brake sangat jarang atau tidak pernah sama sekali untuk memperlambat laju atau menghentikan mobil, hanya mengandalkan dari rem saja.

Otomatik bukan berarti membebaskan pengemudi tidak perlu ganti gigi dan injak kopling. Pada kondisi tertentu, misalnya untuk berakselerasi (OD OFF), saat meluncur di jalan bebas hambatan (OD ON), berhenti di lampu merah N, berada di jalan menurun D2 atau L.

Ingat, posisi D3, D2 dan L pada pemindah gigi bukan sekadar panjangan, tetapi mempunyai fungsinya masing-masing.

 

Sayangi Transmisi Otomatis

Bagi anda pengendara mobil bertansmisi otomatis, sebaiknya anda memberikan perhatian ekstra terhadap kendaraan anda. Karena apabila anda memakainya dengan sembarangan dapat menyebabkan kerusakan pada transmisi otomatis anda.

Perawatan yang sangat mudah yang dapat anda lakukan ialah membiasakan diri ketika anda parkir untuk menarik rem tangan (hand brake) terlebih dahulu sebelum memindahkan tuas persneling ke posisi P. Hal ini dikarenakan apabila anda menaruh tuas persneling pada posisi P terlebih dahulu sebelum menarik rem tangan akan menyebabkan gear box otomatis anda menahan beban kendaran, terutama pada posisi kendaraan tidak horizontal atau menanjak. Beban yang ditahan oleh gear box dapat mengakibatkan kerusakan. Sedangkan apabila kita menarik rem tangan terlebih dahulu, maka rem yang akan berfungsi menahan beban kendaraan. Oleh karena itu biasakanlah untuk menarik rem tangan terlebih dahulu!

Sebenarnya hal ini sangat mudah bukan?

Tips Memarkir Mundur Mobil Bertransmisi Otomatik

Kasus mobil jatuh dari gedung parkir sudah beberapa kali terjadi di Jakarta dan sekitarnya, selama tahun 2007 ada tiga kejadian, sedangkan tahun 2008 ada satu kejadian. Kebanyakan mobil yang mengalami kecelakaan adalah mobil yang bertransmisi otomatis, karena itu diperlukan kehati-hatian saat memarkir mundur kendaraan jenis ini.

Berikut ini adalah tips memarkir mundur mobil bertransmisi otomatis :

  1. Jangan menginjak pedal gas terlalu dalam, karena mobil bisa bergerak mundur sekalipun pedal gas tidak diinjak, apalagi di lahan parkir yang datar. Perlu diketahui pula, torsi untuk gigi mundur (R) lebih besar dari pada torsi gigi satu. Artinya daya dorong pada saat mundur lebih besar daripada daya dorong pada saat persneling ada pada posisi gigi satu.
  2. Selalu letakkan satu kaki pada pedal rem dan sesekali injak rem.
  3. Ketika memundurkan mobil, pusatkan perhatian pada kendaraan dan area parkir. Hindari mengemudi sambil melakukan kegiatan lain, misalnya menyalakan radio atau menggunakan ponsel.

 

Tambahan,bila masih sisa waktu

Tips Ekonomis Berkendara

  1. Lakukan perawatan kendaraan secara rutin untuk memeriksa dan menyetel kondisi mesin.
  2. Hindari memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara, karena selama mesin bekerja maka bahan bakar akan tetap terkirim, sehingga banyak BBM yang terbuang sia-sia.
  3. Pertahankan kecepatan kendaraan, sedapat mungkin sekitar 70 - 80 km/jam.
  4. Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu, semakin tinggi kecepatan sebanding dengan tingginya putaran mesin sehingga bahan bakar minyak yang harus dikirimpun semakin besar.
  5. Sesuaikan gigi percepatan dengan kecepatan kendaraan, gunakan gigi rendah untuk menjalankan kendaraan pertama kali. Contoh :

Gigi 1 Kecepatan 0-15 km/jam
Gigi 2 Kecepatan 15-35 km/jam
Gigi 3 Kecepatan 35-50 km/jam
Gigi 4 Kecepatan 50-70 km/jam
Gigi 5 Kecepatan 70 ~ km/jam

  1. Lakukan akselerasi / penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap), jangan melakukan secara tiba-tiba karena dapat mengakibatkan terjadinya penambahan bahan bakar secara berlebihan.
  2. Hindari muatan yang berlebihan. Untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga yang besar yang berarti bahan bakar yang seimbang pula.
  3. Matikan mesin saat kendaraan berhenti dalam waktu lama (Parkir).
  4. Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur yang tidak terlalu rendah. hal ini akan membuat kerja kompresor tidak terlalu lama (atau matikan bila perlu).
  5. Jangan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling. Ini akan mengakibatkan tenaga mesin tidak sepenuhnya tersalurkan untuk menggerakkan kendaraan.
  6. Gunakan bahan bakar yang sesuai nilai oktan yang disarankan oleh produsen. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin.
  7. Gunakan ban dengan kembang dan tekanan angin yang tepat.

 

Tips Hemat BBM Pada Kijang Innova
Di jaman BBM mahal ini, saya menggunakan Toyota Kijang Innova yang kata orang boros bahan bakar, tetapi biasanya bahan bakar yang boros selain disebabkan minimnya perawatan, juga lebih banyak disebabkan oleh perilaku dari cara kita mengendarai mobil tersebut.

Terlalu banyak akslerasi dan deslerasi yang berlebihan akan membuat bahan bakar pada mobil kita menjadi boros, maka hindari akselarsi dan deslerasi yang berlebihan.

Tips dari saya adalah memindahkan gigi persneling secepat mungkin. Sebelum rpm diangka 2 (x1000) saya sudah memindahkan ke gigi yang lebih tinggi, dan teryata hal yang sederhana ini mampu menghemat bahan bakar sampai 50%, bahkan ada yang sampai 100%.

Demikianlah tips dari saya ,semoga bermanfaat!

 

 

 

Mengapa Menggunakan Toyota Genuine Parts?

 

Mengenali Suku Cadang Asli Toyota

Secara berkelanjutan, Toyota mewujudkan komitmennya untuk memberikan pengalamanan yang terbaik dalam memiliki kendaraan Toyota kepada seluruh pelanggannya. Salah satu bagian penting yang mampu merealisasikan hal itu adalah suku cadang asli Toyota yang digunakan kendaraan.

Pada saat sekarang ini sangat banyak suku cadang imitasi yang sangat menyerupai aslinya. Oleh karena itu jangan sampai tertipu ketika hendak membeli suku cadang. Bagaimana mengenali suku cadang asli Toyota atau Toyota Genuine Parts adalah sebagai berikut:

  1. Apa itu Toyota Genuine Parts?

Toyota Genuine Parts atau Suku Cadang Asli Toyota adalah suku cadang yang para pembuatnya atau produsen memiliki lisensi dari Toyota Motor Corporation (TMC) dengan kualitas yang telah memenuhi standar Toyota.

  1. Apa bedanya dengan suku cadang palsu?

Genuine Parts

Non Genuine Parts

 Kualitas terjamin

 Kualitas tidak terjamin

 Garansi Toyota

 Tidak ada garansi Toyota

 Lebih awet

 Kurang awet

 Lebih hemat

 Lebih murah, tetapi usia pemakaian singkat

  1. Bagaimana mengenali suku cadang palsu?
    1. Kemasannya sangat mirip atau bahkan sangat menyerupai dengan kemasan Toyota Genuine Parts tetapi isinya adalah barang tiruan.
    2. Pada suku cadang imitasi yang sangat menyeruai asli, apabila diperhatikan dengan teliti wujud fisiknya tidak sebagus Toyota Genuine Parts.
    3. Untuk suku cadang imitasi yang sangat menyerupai, harga yang ditawarkan tidak terlalu jauh denganToyota Genuine Parts, misalkan Toyota Genuine Parts dijual seharga 100 ribu maka suku cadang palsunya dijual seharga 75 ribu.
    4. Suku cadang non Toyota Genuine Parts  menggunakan merk dan kemasan yang menunjukkan identitasnya sendiri.
    5. Suku cadang non Toyota Genuine Parts pembuatnya sama dengan pembuat Toyota Genuine Parts. Hal ini terlihat pada suku cadang imitasi tidak terdapat logo atau merek Toyota.
    6. Suku cadang bekas yang telah diperbaiki lagi dan diperbarui tampilannya (Rebuilt Parts)pada lubang-lubang baut ataupun bagian-bagian yang sulit terjangkau dapat terlihat pernah terpakai.

Apa penyebab banting klep

 Banting klep atau knocking yang terjadi pada kendaraan disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1. Timing pengapian yang terlalu maju 2. P...