Rabu, 05 April 2023

WASPADA TERHADAP PENURUNAN TENAGA MESIN SAAT BERKENDARA

 Besar kecilnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin seharusnya tidak dipengaruhi oleh jarak tempuh. Jika tenaga semakin kecil atau bahkan mesin terasa tak bertenaga saat kendaraan sudah menempuh jarak yang jauh (dalam waktu yang lama) berarti ada sesuatu yang menggangu kinerja mesin kita. Anda patut bertanya-tanya, dan silakan manfaatkan layanan konsultasi SMART FM BENGKEL KLINIK agar permasalahan menjadi lebih jelas. Dilihat dari kasusnya, kemungkinan besar gejala seperti ini dipicu oleh overheating akibat sistem pendinginan tidak bekerja dengan baik. Kaitannya dengan overheating memang erat. Mesin yang overheating akan membuat beberapa komponen (misalnya, piston dan silinder) di mesin memuai secara berlebihan. Akibatnya, gerakan komponen-komponen di mesin menjadi berat karena gesekan antar bagian. Itulah yang membuat output tenaga yang dihasilkan pun merosot. Jika tetap dipaksakan, mesin dapat mogok. Selain overheating, penyebab lainnya adalah tidak normalnya sistem pengapian, bisa karena koil, kabel busi maupun busi itu sendiri. Mungkin saja kondisi komponen-komponen tersebut sudah tidak baik sehingga mudah terpengaruh oleh panas kendaraan. Saat panas, hambatan yang terdapat pada komponen tersebut menjadi besar. Pada akhirnya, percikan api dari busi juga menjadi lebih kecil. Percikan yang kecil menyebabkan bahan bakar tidak terbakar secara sempurna, otomatis tenaga yang dihasilkan menjadi berkurang. Jadi, pertama, untuk memastikan sistem pendingin mobil Anda masih bekerja dengan baik, periksalah kualitas air radiator, sirkulasi air, radiator, selang-selang penghubung radiator ke mesin atau mungkin kipas pendingin. Jika ternyata semua dalam kondisi baik-baik saja, ini langkah yang kedua, alihkan perhatian ke komponen pada sistem pengapian untuk memastikan masih layak atau tidaknya komponen-komponen tersebut. Sebetulnya, pada saat melakukan servis berkala, dua pemeriksaan penting di atas sudah pasti dilakukan. Agar berkendara menjadi lebih aman, nyaman serta komponen lebih terawat, lakukanlah service rutin. TINDAKAN PREFENTIVE MERAWAT KENDARAAN Memiliki mobil buat andalan beraktivitas setiap hari, pasti harus fit. Jangan sampai sakit-sakitan, bisa rugi waktu juga menguras isi kantong. Maka dari itu, diperlukan preventive maintenance alias perawatan untuk mencegah mobil cepat rusak. Tujuannya, jelas buat menjaga kondisi kendaraan supaya tidak mudah mogok di tengah jalan. Selain itu, juga menangkap masalah-masalah kecil sebelum kemudian menjadi sumber penyakit yang lebih besar.

2

Preventive maintenance juga memiliki keuntungan tersendiri. Seperti membuat mobil tetap ‘utuh’, tidak mudah rusak. Sehingga buat yang baru saja meminang mobil baru, bisa menjaga garansi kendaraan. Ujung-ujungnya, dapat memperpanjang usia pakai kendaraan dan mengurangi ongkos-ongkos perbaikan. Terlebih dengan berbagai segi pengiritan kebutuhan rumah tangga, bisa memangkas ongkos perawatan kendaraan merupakan keuntungan tersendiri. Selain lebih awet, mobil juga lebih enak dan nyaman buat dikendarai. Langkah-langkah berikut ini sepatutnya dilakukan setiap pemilik mobil untuk menjaga kendaraannya supaya bisa berjalan lebih enak dan tahan lama. Rutin ganti oli wajib hukumnya Cukup 15 menit untuk cek ruang mesin 1.Ganti Oli Rutin Oli bertugas mengurangi gesekan di dalam mesin dan transmisi. Sehingga mobil bisa berjalan dengan mulus dan halus. Salah satu hal penting soal oli, adalah harus diganti secara rutin untuk menjaga kekentalan dan kinerjanya. Umumnya, pabrikan merekomendasi penggantian oli setiap 5.000 km. Sedangkan mobil keluaran terbaru bisa mencapai 10.000 km. Sesuaikan dengan spesifikasi kendaraan Anda. O ya, kian sering kena macet, sebaiknya interval ganti oli juga dipercepat. 2.Cek Ruang Mesin Sebulan Sekali Hanya meluangkan waktu 15 menit untuk cek ruang mesin sebelum berkendara, bisa mengurangi risiko mogok sampai 70%. Jadi, sempatkan untuk melihat berbagai level cairan di ruang mesin. Periksa juga kondisi belt atau kabel-kabel sebisa Anda. Kalau memang ingin tahu lebih bisa berdiskusi dengan bengkel langganan. Semakin tua usia kendaraan, butuh ditengok lebih sering. Misalnya cek mobil baru tiap sebulan sekali, kalau sudah 5 tahun bisa seminggu sekali. 3.Periksa Spooring Dan Tekanan Angin Roda Ban kurang angin akan menimbulkan gesekan lebih besar, juga bikin panas lebih banyak. Selain itu, bikin boros bensin dan membuat mobil lebih sulit dikendalikan. Potensi ban pecah pun lebih tinggi. Spooring kurang baik juga banyak ruginya. Ban bakal lebih cepat aus plus mengurangi usia pakai komponen kemudi. Anda bisa dengan mudah mencegahnya dengan melakukan pengecekan tekanan angin, minimum setiap bulan. Selain itu, cek juga spooring roda secara berkala. 4.Jaga Kebersihan Interior Banyak yang menomorduakan perawatan interior. Padahal Anda berada di ruang ini selama mengemudi. Interior bersih membuat mobil menyenangkan untuk dikendarai dan kian lama juga kesegaran interior tetap terjaga.

Singkirkan sampah dan atur interior serapi mungkin. Segera bersihkan noda yang menempel pada kabin penumpang. Bisa saat mencuci atau sesaat setelah terkena kotoran.

3

Asal ingat, kalau noda dibiarkan makin sulit dihilangkan. Kalau sudah terlanjur, sebaiknya minta bantuan spesialis interior. 5.Cuci Mobil Secara Berkala Menjaga tampilan mobil, tentu perlu dicuci. Namun, mencuci tidak hanya sekadar buat menyegarkan tampilan. Mencuci juga mampu menjaga kondisi bodi mobil dari serangan karat. Kalau senang mencuci sendiri, lakukan di tempat yang teduh. Jangan lupa untuk memoles bodi. Memang sepele, tetapi proses waxing mampu memberi perlindungan terhadap cat supaya lebih tahan lama. Bisa lakukan waxing dua kali dalam setahun. 6. Hilangkan Karat Karat bisa terjadi hanya sebagai titik kecil pada bodi mobil. Namun begitu terjadi, bisa beraksi seperti kanker yang menggerogoti logam bodi maupun sasis. Jadi, jangan sepelekan goresan kecil atau titik gelap dan cuilan cat pada bodi mobil. Titik itu bisa jadi sumber karat. Kalau menemukan titik seperti tadi, sebaiknya diperbaiki. Selain itu, tidak ketinggalan melakukan perawatan bodi secara rutin. Seperti disebut pada poin 5. Cuci bodi dan waxing buat melindungi cat. 7.Taat Ganti Saringan Ibarat manusia yang harus bernapas, mobil pun demikian. Saringan melindungi saat mesin bekerja. Tidak hanya saringan udara, juga ada saringan bahan bakar dan saringan oli. Namanya saringan, pasti kotor seiring pemakaian. Kalau tidak diganti, bisa mampat dan bikin mogok. Lakukan penggantian saringan udara setiap 20.000 km. Sedangkan saringan bensin relatif lebih lama. Kalau saringan oli, sebaiknya diganti setelah dua kali ganti oli. 8.Ganti Coolant Setahun Sekali Cairan pendingin juga kerap dianaktirikan. Oli sudah rajin ganti, tetapi cairan pendingin tidak diremajakan. Radiator coolant sebaiknya diganti setiap tahun. Supaya cairan tetap bersih dan prima. Hal ini bisa dilakukan sendiri. Terlebih jika mobil Anda mengalami gejala air radiator berkurang. Segera cek, karena pasti ada kebocoran. Kalau dibiarkan, tentunya akan berbahaya dan berpotensi menyebabkan overheat. 9.Lumasi Komponen Melumasi komponen merupakan pekerjaan mudah. Namun efeknya bisa signifikan mengurangi suara berisik. Misalnya engsel pintu atau kap mesin dan bagasi. Selain itu, karet kaca juga bisa dilumasi dengan cairan silikon supaya tidak bikin kotor. Beberapa mobil juga masih memakai komponen yang perlu pelumasan rutin. Seperti komponen kaki-kaki yang bisa ditembak gemuk. Coba deh cek mobil Anda, siapa tahu masih perlu. 10.Perawatan Rutin Bengkel Resmi

4

Poin ini khusus buat pemilik kendaraan anyar. Mengikuti jadwal perawatan yang dianjurkan pabrikan pasti akan memperpanjang usia pakai kendaraan Anda. Karena pihak pabrikan telah melakukan hitungan cermat mengenai spesifikasi detail kendaraan. Dengan merawat secara rutin, sekaligus menjaga garansi kendaraan tetap valid. Sehingga juga bisa mendongkrak nilai jual kembali nantinya. Mobil pun tetap fit dan siap dipakai setiap hari. Jika Cuci Mesin Mobil, Awas Terjadi Korslet Sensor-Sensor Curah hujan sudah mulai meningkat. Ada komponen yang harus diperhatikan kebersihannya. Ruang mesin salah satunya. Karena di situlah letak pusat kehidupan mobil. Dengan menjaganya selalu bersih, akan meminimalisir kejadian yang tak diinginkan. Namun, proses membersihkan mesin juga harus hati-hati. Baik itu berpasokan bahan bakar karburator, injeksi atau juga mesin diesel. Hindari tindakan mengguyur mesin dengan air secara langsung. Banyak akibat yang bisa diderita jika langkah membersihkan mesin tak hati-hati. Pasalnya di ruang mesin terdapat sensor yang rentan terhadap air, baik itu soket yang berhubungan dengan kinerja mesin atau kelistrikan lainnya. Seperti contoh soket TPS (throttle position sensor), lampu-lampu, kipas dan lainnya. Kalau saja hubungan antar soket terganggu atau soket tersebut terdapat lubang, sangat memungkinkan air menyusup ke dalam. Akibatnya bisa terjadi hubungan pendek Jika kondisi dibiarkan, tentu tak lama kemudian akan berkarat. Efek selanjutnya dapat mengganggu kinerja komponen yang berhubungan. "Kalau soket sudah telanjur kena air, segera keringkan. Bisa gunakan angin bertekanan, pengering rambut atau lap biasa, Ketika menggunakan angin bertekanan jangan terlalu dekat, menjaga supaya ikatan kabel di terminal tetap sempurna. Ketika proses pengeringan sudah selesai pastikan semua soket terhubung sempurna. Selain soket yang juga perlu diperhatikan yakni jalur saringan udara, dan filter udara itu sendiri. Pastikan tak ada lagi air di jalur saringan udara. Karena kalau masih ada bukan tak mungkin air akan terisap ke saringan udara atau bisa juga justru terisap masuk karburator. Jika saja terperangkap pada saringan udara, maka kinerja karburator untuk menarik udara dari saringan udara akan semakin berat. Supaya terhindar dari akibat-akibat berat tersebut, lebih baik membersihkan mesin menggunakan kain basah dan kuas saja. Lap komponen-komponen yang masih bisa dijangkau. Gunakan kuas, yang tentu saja sudah dibasahkan untuk membersihkan komponen yang sulit dijangkau dengan tangan biasa. "Keuntungan menggunakan metode ini, pekerjaan bisa lebih detail. Jadi ruang mesin bersih lebih sempurna. Waspadai Pemicu Boros BBM

5

Jangan keburu memutuskan membeli alat penghemat BBM jika perilaku mengemudi Anda belum benar. Mau yang harganya jutaan rupiah atau barang impor sekalipun tetap saja kurang bermanfaat. Sebab secanggih apapun teknologi mobil ditambah alat penghemat bensin yang mahal, jika tidak dibarengi perilaku mengemudi benar maka tetap akan sulit mendapatkan hasil pemakaian bahan bakar yang efisien. Untuk hemat BBM pada sebuah kendaraan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Pengemudi juga harus memahami bagaimana cara berperilaku dalam mengemudi agar kendaraan tidak boros bensin. Adapun kesalahan utama pengemudi yang tanpa disadari bikin mobil jadi boros BBM adalah sebagai berikut : Saat memanaskan kendaraan Pengemudi sering meninggalkan kendaraan dengan mesin menyala dalam rentang waktu yang lama. Sebaiknya maksimal sekitar 5 menit. Jika ditingal dalam waktu yang lama, misal pada kondisi jalan macet atau lampu merah yang menyala terlalu lama lebih baik mesin kendaraan dimatikan. Karena dalam kondisi mesin menyala (meski kondisi diam), mesin juga menggunakan bahan bakar yang lebih, apalagi ditambah dengan menggunakan AC. Menekan pedal gas melebihi 5000 rpm dalam waktu yang lama dan tidak segera mengoper gigi Perlu diketahui bahwa putaran mesin ideal untuk mengendara dengan ekonomis adalah pada range 2500 rpm hingga 2800 rpm pada mesin bensin. Jika terlalu lama mengangkat gas pada putaran 5000 rpm ke atas, tentunya mengakibatkan mesin menjadi boros. Selain itu juga membuat part mesin cepat aus karena bekerja dengan keras. Ada baiknya jika segera memindahkan tuas transmisi agar beban kerja mesin tidak terlalu besar, juga menjaga agar rpm tetap berada pada putaran yang ideal. Sering membuat akselerasi-akselerasi tinggi dan perlambatan dengan engine brake yang sangat cepat Jika tidak diperlukan untuk melakukan akselerasi yang cepat, sebaiknya tidak usah melakukan hal itu. Karena konsumsi bahan bakar saat melakukan akselerasi juga sangat berpengaruh. Melakukan perlambatan dengan engine brake juga tetap harus dijaga. Apalagi jika mobil Anda masih menggunakan sistem karburator. Karena konsumsi bahan bakar saat engine brake dan akselerasi tetap sama. Kecuali pada mobil diatas tahun 2000 yang rata-rata telah menggunakan engine cut off. Membuka jendela mobil ketika AC sedang beroperasi Sering melakukan pengecekan pada jendela kendaraan. Jangan sampai terdapat jendela yang terbuka, karena itu dapat membuat beban kerja AC menjadi lebih berat. Cara membelokkan kendaraan pada kondisi jalan berliku, sangat ekstrim Perlu diketahui sebelum masuk kejalan berliku, sebaiknya mengetahui kecepatan dan arah lintasan. Pandang jauh kedepan, lakukan perlambatan dengan halus dan gunakan teknik menikung dengan melebar–mengecil–melebar, jika memungkinkan. Dengan demikian reduksi rotasi pada roda lebih kecil dan kinerja mesin jadi lebih ringan.

6

Menghemat biaya pengeluaran di masa krisis saat ini pastinya dapat memberi banyak manfaat. Termasuk di antaranya menghemat biaya pembelian bbm untuk mobil Anda. Dengan menghemat konsumsi bbm, tentu biaya pengeluaran akan semakin rendah. Bagaimana cara menghemat konsumsi bbm, sekaligus memperpanjang jarak tempuh mobil? Ada banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi bbm mobil. Seperti kapasitas mesin, transmisi, bobot kendaraan, dan tekanan ban. Selain itu, tingkat kepadatan lalu lintas, pola mengemudi dan kondisi mobil pun turut memberi pengaruh. 1. Menjaga Putaran Mesin Umumnya, torsi maksimum mesin berada pada 2.500-3.500 rpm. Lakukan perpindahan gigi pada rentang putaran mesin itu. Jika putaran mesin terlalu tinggi, maka suplai bensin akan makin banyak. Sedang jika terlalu rendah, butuh injakan pedal gas yang lebih dalam untuk menambah kecepatan. 2. Gunakan AC Dengan Bijak Menggunakan AC memberi beban besar pada mesin yang dapat meningkatkan konsumsi bbm. Non-aktifkan AC jika udara luar cukup untuk menyejukan kabin mobil. Pada cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Sehingga dapat mengurangi kerja AC untuk mendinginkan kabin. 3. Hindari Akselerasi Dan Pengereman Mendadak Berakselerasi atau melaju dengan konstan membuat suplai bahan bakar juga konstan. Akselerasi mendadak dapat membuat ECU memerintahkan untuk menyuplai bensin hingga maksimal. Sedangkan mengerem secara berlebihan memaksa Anda untuk menekan gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Injak pedal gas dengan halus serta perhitungkan jarak pengereman yang memadai. 4. Cermati Tekanan Dan Keselarasan Ban Kurangnya tekanan ban jelas berbahaya. Kondisi itu dapat menambah hambatan untuk melaju. Untuk mencapai kecepatan tertentu, mesin bekerja lebih keras ketimbang normal yang membutuhkan lebih banyak bbm. Juga dapat meningkatkan keausan ban yang tidak merata. Keselerasan ban, keausan bearing roda dan rem yang menyangkut dapat menambah konsumsi bbm 10%. 5. Servis Mobil Secara Berkala Saringan udara dan oli kotor, busi yang sudah aus, oli mesin lama tidak diganti, knalpot bocor dan masalah pada sistem kontrol emisi dapat meningkatkan konsumsi bbm. Lakukan servis berkala untuk mengurangi hambatan ini. Lebih baik lagi jika servis itu dilakukan sebelum mencapai jarak tempuh yang telah ditentukan. 6. Pakai BBM Dengan Oktan Sesuai

Banyak mesin mobil yang dapat bekerja baik dengan bahan bakar bernilai oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrik. Kecuali jika terdengar knocking. Tapi performa

7

mesin maupun konsumsi bbm akan membaik saat menggunakan bbm dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan. 7. Kurangi Beban Jangan gunakan bagasi mobil sebagai lemari kedua Anda. Atau Anda selalu membawa banyak barang dan aksesori berat yang tidak dibutuhkan pada perjalanan Anda hari itu. Penambahan beban ini membuat mesin bekerja lebih berat dari kondisi normal. Pasalnya, Anda harus menginjak pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan. 8. Hindari Macet Kondisi stop and go begitu cepat mengurangi isi tangki bbm mobil Anda. Sebisa mungkin hindari jam-jam sibuk untuk menghindari macet. Hindari pula membiarkan mesin idle untuk waktu yang lama, seperti menyalakan mesin ketika menunggu. Karena kondisi itu membutuhkan lebih banyak bbm ketimbang mematikan dan menyalakan mesin lagi. 9. Rencanakan Rute Perjalanan Menentukan rute perjalanan yang efektif dan terhindar dari macet memang membutuhkan pengalaman Anda. Hindari jalan macet yang pernah Anda lewati di waktu lampau. Menggunakan peta dan GPS akan memudahkan Anda menentukan rute perjalanan. Jika ingin singgah beberapa kali, upayakan agar rutenya tetap satu poros. 10. Mengemudi Smart Mengurangi kecepatan yang biasa Anda gunakan dapat menghemat bbm. Melaju pada kecepatan 100 km/jam menggunakan bbm sekitar 15% lebih banyak ketimbang melaju pada 80 km/jam. Menggunakan fitur cruise control di jalan bebas hambatan atau mengaktifkan overdrive untuk transmisi otomatis, membuat ECU mesin memerintahkan suplai bbm pada mode ekonomis.

LEBIH NYAMAN DENGAN TRANSMISI OTOMATIK

 Mobil dengan transmisi otomatik semakin diminati, terutama di kota-kota besar dengan lalu lintasnya yang padat. Kondisi itu bisa dipahami karena pengemudi tidak lagi capek mengoperasikan kopling dan transmisi ketika laju mobil tersendat-sendat karena macet. Meski begitu, mobil dengan transmisi otomatik tersebut juga dikeluhkan oleh pemilik kendaraan, antara lain boros bahan bakar dan kampas rem.Mengapa mobil dengan transmisi otomatik boros akan bahan bakar? hal ini dikarenakan torque converter tetap berputar disaat mobil berhenti, artinya mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibandingkan dengan mobil yang menggunakan transmisi manual. Faktor ini juga menyebabkan mobil dengan transmisi otomatik menimbulkan gejala merayap di saat berhenti dengan tuas gigi berada di D dan pedal rem tidak di tekan.

Banyak pemakai kendaraan dengan transmisi otomatik hanya selalu menggunakan tuas gigi berada di D dan tidak pernah menggunakan overdrive atau OD. Padahal dengan memanfaatkan overdrive atau OD, konsumsi bahan bakar bisa di irit.

Kampas rem pada mobil dengan transmisi otomatik setiap 20.000 km harus sudah di ganti dengan yang baru. Sedangkan mobil dengan transmisi manual membutuhkan waktu yang agak lama yaitu setiap 50.000 km.

Hal tersebut disebabkan, pengemudi hanya menggunakan tuas gigi hanya berada di D dan tidak pernah memanfaatkan gigi D2 atau L. Terutama saat meluncur di turunan. Akibatnya, pemanfaatan engine brake sangat jarang atau tidak pernah sama sekali untuk memperlambat laju atau menghentikan mobil, hanya mengandalkan dari rem saja.

Otomatik bukan berarti membebaskan pengemudi tidak perlu ganti gigi dan injak kopling. Pada kondisi tertentu, misalnya untuk berakselerasi (OD OFF), saat meluncur di jalan bebas hambatan (OD ON), berhenti di lampu merah N, berada di jalan menurun D2 atau L.Ingat, posisi D3, D2 dan L pada pemindah gigi bukan sekadar panjangan, tetapi mempunyai fungsinya masing-masing. Memarkir Paralel Mobil Bertransmisi Matik

Ada kejadian menarik yang dapat kita jadikan pelajaran berharga. Seorang pengemudi tak bisa mengeluarkan mobil yang tengah ia parkir di sebuah pusat perbelanjaan. Pasalnya, mobilnya "terhimpit" di antara mobil yang sama-sama sedang parkir paralel. Mobil yang menghimpit sama sekali tidak bisa digeser karena pemiliknya mengaktifkan handbrake. Terpaksa harus menunggu sampai pemiliknya datang. Di setiap lahan parkir yang sempit, pola parkir yang diterapkan biasanya memang parkir paralel. Dengan pola ini, bagian depan mobil bertemu bagian belakang. Untuk memudahkan mobil keluar masuk, saat parkir mestinya tidak menggunakan handbrake supaya dapat digeser-geser. Petugas

2

parkir biasanya berusaha mengingatkan, tetapi ada saja satu atau dua pengendara yang lupa. Pada mobil bertransmisi matik, kemungkinan roda-roda mobil terkunci saat parkir akan lebih besar lagi dibanding yang bertransmisi manual. Bukan saja karena pengendaranya mengaktifkan handbrake, tetapi karena ada kemungkinan mereka belum tahu fungsi tombol SHIFT LOCK. Terutama, pada mobil bertransmisi matik yang sudah dilengkapi tombol SHIFT LOCK. Di semua transmisi matik memang ada posisi "P", yang berarti "parkir". Ketika tuas berada di posisi ini, otomatis roda-roda terkunci. Pada mobil matik keluaran baru ada tambahan tombol SHIFT LOCK. Jika tidak tahu fungsi tombol ini, kemungkinan besar pengendara akan bingung memarkir mobil tanpa membuat roda-rodanya terkunci. Berbeda dengan transmisi manual atau matik yang belum dilengkapi SHIFT LOCK, jika tuas transmisi ditempatkan ke posisi N (netral), pasti kunci kontaknya tidak bisa dicabut. Untuk parkir secara paralel, gunakanlah tombol SHIFT LOCK ini. Lalu pindahkan tuas dari posisi P ke netral. Maka mobil akan terparkir dengan roda-roda dalam posisi bebas sehingga bisa digeser dan tidak merepotkan pengendara lainnya. Bagaimana cara menggunakannya? Berikut ini langkah-langkahnya: 1.Geser transmisi ke posisi "P", 2.Matikan mesin. 3.Cabut kunci kontak. 4.Pencet dan tahan tombol SHIFT LOCK yang ada dekat tuas transmisi, sambil memindahkan tuas ke posisi NETRAL. Setelah di posisi netral, baru lepas tombolnya. 5.Jangan lupa, hand brake tidak perlu ditarik. Benarkah Mobil Matic Tak Boleh Didorong atau Diderek?

Informasi ini beredar di kalangan pengendara maupun pemilik mobil bertransmisi matic. Katanya, mobil yang menggunakan transmisi matic akan mengalami kerusakan jika dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dengan cara didorong atau diderek dalam keadaan mesin mati. Makanya, banyak pengendara yang khawatir dan akhirnya tidak menggeser mobil matic-nya saat mengalami mogok di jalan, meskipun ketika itu kondisi jalan kurang aman.

Kekhawatiran itu bermula dari pemahaman bahwa pelumasan komponen-komponen di transmisi matic sangat mengandalkan cairan hidrolis atau minyak transmisi otomatis. Nah, cairan hidrolis itu baru bersirkulasi ketika mesin dihidupkan. Sebab, untuk men-sirkulasikan cairan tersebut, dibutuhkan pompa hidrolik yang baru bisa bekerja pada saat mesin hidup.

Memang benar bahwa peredaran cairan hidrolis untuk melumasi komponen-komponen dalam transmisi sangat membutuhkan pompa hidrolis yang baru bekerja saat mesin hidup. Tetapi, bukan berarti transmisi akan mengalami kerusakan jika mobil dipindahkan ke tempat lain dalam keadaan mesin mati, terutama dengan mengikuti poin berikut:

1.Untuk sekadar didorong / digeser dari tengah jalan ke tepi jalan atau tempat yang lebih aman, tidak akan ada pengaruh apa-apa terhadap kondisi transmisi matic.

2.Untuk pemindahan mobil dengan cara diderek juga tidak berpengaruh apa-apa sepanjang penderekannya memperhatikan kecepatan dan jarak tempuh yang telah ditentukan masing-masing

3

ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk). 3. Saat didorong atau diderek, pastikan posisi tuas transmisi pada posisi N (Netral).

Jika mobil Anda dibeli di jaringan Astra tentu akan lebih aman dan nyaman. Yang pasti, seandainya pun mogok di jalan, cukup menghubungi AstraWorld di 500 898 (fixed line) atau 89 898 (ponsel). AstraWorld akan segera membantu dengan memberikan layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld. Mobil hanya perlu didorong sedikit saja, dan bila perlu penanganan lebih lanjut akan langsung dinaikkan (digendong) oleh mobil towing AstraWorld untuk dibawa ke bengkel.

Cara Benar dengan Transmisi Matik

Saat ini kemacetan sudah menjadi menu tetap tiap pengendara. Karena terlalu rapat, sebentar-sebentar musti injak rem. Over transmisi, lalu gas lagi, rem lagi. Bikin kaki dan tangan pegal-pegal. Makanya, kendaraan dengan transmisi otomatis makin digemari. Cocok dengan jalur yang penuh kemacetan.

Memang menyenangkan. Namun, gunakanlah transmisi otomatis dengan benar. Bila tidak, salah satu akibatnya seperti yang dikeluhkan oleh seorang customer. Ada sedikit masalah pada transmisi otomatis mobilnya. Seperti ada yang mengganjal tiap kali akan menggeser stik transmisi dari R (mundur) ke P (parkir).

Bukan mustahil bila penyebab kasus ini adalah karena kerusakan pada lock pawl. Untuk menghindarinya, ikutilah gaya berkendara seperti ini:

Sehabis mundur (R), jangan langsung pindahkan transmisi ke posisi P (parkir) sebelum kendaraan berhenti.

Sebaiknya, penggunaannya lebih halus. Berhenti dulu sebelum memindahkan ke posisi P. Bila tidak, dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem penguncian transmisi otomatis (lock pawl). Komponen ini dapat aus lebih cepat. Bila tidak diperbaiki, dapat menimbulkan suara kasar dan membuat macet perpindahan stick transmisi.

Padahal, lock pawl pada sistem transmisi otomatis sangat penting. Komponen ini dapat mencegah kendaraan `loncat` pada saat mesin distarter. Selain itu, lock pawl ini juga berfungsi sebagai pengunci as output transmisi. Sehingga, pada saat diposisikan `P` (parkir) kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali. Artinya, tanpa perlu menarik handle handbrake pun mobil bertransmisi matik yang diparkir tidak akan maju mundur sendiri.

Nah, tergantung tingkat keausan lock pawl. Bisa saja dua fungsi penting tadi sama sekali hilang jika lock pawl rusak parah. Dan menggantinya perlu membongkar transmisi lebih dulu. Pasti lebih merepotkan. Jauh lebih aman bila kita mencegahnya dengan menggunakan transmisi otomatis secara halus.

Memanfaatkan Engine Braking saat Berkendara dengan Mobil Matik

Pada dasarnya engine braking tetap dapat digunakan pada mobil automatic (matic). Pemanfaatan engine braking yang dapat membantu menghemat kanvas rem bisa diperoleh dengan melakukan

4

pemindahan tuas transmisi ke posisi transmisi yang lebih rendah (downshift). Setelah menginjak pedal rem dan kecepatan mobil berkurang, geserlah tuas transmisi dari posisi D (DRIVE) ke:

1. Ke posisi “3”, atau OFF-kan fungsi OVERDRIVE / OD pada transmisi yang masih menggunakan OVERDRIVE manual (dengan cara menekan tombol O/D yang terdapat pada tuas transmisi). Transmisi akan turun ke posisi roda gigi ketiga dan tidak akan bisa pindah ke roda gigi ke empat.

2. Pindah lagi ke posisi “2”. Transmisi akan turun ke roda gigi kedua saat kecepatan kendaraan turun dengan cepat ke kecepatan di bawah 90 ~ 80 km/j. Penggeseran ini membuat efek engine braking lebih kuat.

3. Pindah ke posisi “L”. Transmisi akan turun ke roda gigi pertama saat kecepatan kendaraan turun dengan cepat ke kecepatan di bawah 40 ~ 30 km/j. Di posisi ini engine braking didapat secara maksimum.

Lakukan ketiga hal diatas secara berurutan dari yang paling tinggi ke roda gigi yang paling rendah.Prinsipnya mirip dengan transmisi manual, engine braking diperoleh dengan melakukan perpindahan ke transmisi yang lebih rendah. Angka kecepatan yang kami sebutkan di atas harus disesuaikan pada masing-masing kendaraan (keterangannya ada di buku pedoman pemilik).

Memang, dengan perpindahan ini maka laju mobil agak terasa tersentak. Ini tanda engine braking bekerja. Sentakan tersebut dapat semakin kita kurangi dengan memperhatikan kecepatan mobil saat melakukan perpindahan posisi tuas transmisi.

Untuk kondisi jalan pada di medan yang menanjak atau menurun, engine braking bisa kita dapatkan tanpa harus memindah posisi tuas transmisi seperti diatas. Caranya adalah dengan menjalankan kendaraan dengan posisi tuas transmisi pada posisi "2". Posisi ini membuat transmisi tidak bisa berpindah dari posisi "2" ke gigi yang lebih tinggi dan efek engine braking pada saat kita mengurangi tekanan pedal gas akan lebih besar.

Atau bisa juga menggunakan posisi "L" saat posisi kendaraan berhadapan dengan jalan yang menanjak atau menurun curam (misalnya, di basement gedung). Pada posisi ini, gigi percepatan hanya dapat bergerak pada posisi roda gigi 1 saja.

Tetapi, posisi "2" atau "L" sebaiknya tidak digunakan dalam waktu yang lama. Kalau sudah berada di jalan datar, segera pindahkan transmisi ke posisi “D”. Hal ini untuk mencegah fluida transmisi dari mengalami overheating maupun kerusakan pada transmisi.

Mengontrol Kecepatan Bukan Sekadar Injak Pedal Rem

Pedal rem termasuk perangkat penting yang pasti kita gunakan tiap kali berkendara. Meskipun sangat akrab dan kita perlukan untuk mengontrol kecepatan kendaraan, ternyata penggunaannya tidak cukup sekadar asal injak pedal rem. Ada teknik-teknik pengereman yang sebaiknya kita kuasai.Di samping sebagai pengemudi kita harus mengatur jarak aman agar terhindar dari tabrakan atau benturan di jalan, ada tiga poin yang harus kita perhatikan saat melakukan pengereman.

5

1. Injaklah pedal rem secara halus, bukan mendadak dan sekali tekan. Penginjakan yang mendadak memungkinkan rem mengunci ban. Ini sangat berbahaya karena akan menyulitkan pengemudi dalam mengontrol arah mobil. Bagi pengendara yang mobilnya sudah dilengkapi dengan ABS (anti-lock braking system), ban terkunci akibat pengereman tidak akan terjadi bila kondisi ABS dalam keadaan normal. Meskipun telah dilengkapi ABS, sebaiknya menginjak pedal rem memang tidak secara mendadak. Kecuali, objek di sekitar kita memang muncul secara tiba-tiba sehingga kita harus secara drastis segera mengurangi laju mobil.

2. Jangan menekan pedal kopling secara penuh saat menginjak pedal rem. Mirip dengan poin satu, jika pedal kopling diinjak secara penuh, kita juga akan kesulitan mengendalikan laju kendaraan dan efek engine braking menjadi tidak ada.

3. Bantu pengereman dengan menggunakan engine brake. Caranya, selain menginjak pedal rem, setelah kecepatan kendaraan turun lakukan juga penurunan perseneling ke gigi yang lebih rendah. Engine brake membantu kita lebih menghemat kanvas rem.

Seperti disebutkan pada poin ketiga, selain terkait dengan masalah keselamatan, teknik mengerem ini juga perlu kita lakukan dalam rangka lebih memperpanjang usia komponen pada sistem pengereman, terutama kanvas rem. Dan yang tidak kalah penting, usahakan tetap mengontrol diri saat melakukan pengereman. Karena, pengereman akan sangat optimal bila Anda tidak panik.

Mengenal Toyota Avanza Matik

Transmisi automatic 4-speed yang dipakai Toyota Avanza, baik 1.5 S matik dan 1.3 G Matik dan kelak 1.3 E Matik didatangkan utuh dari Jepang dan bukan buatan Indonesia seperti transmisi manual Avanza. Kenapa harus dari Jepang, baca terus tulisan ini.

Avanza matik menawarkan kenyaman dan kemudahan terutama untuk penggunaan dalam kota karena kerja kaki kiri yang mengoperasikan kopling sudah tidak ada lagi. Pengemudi hanya menggunakan kaki kanan untuk menginjak pedal gas atau rem.

Manfaat lain, konsentrasi pengemudi tidak terpecah-pecah. Bayangkan jika menggunakan transmisi manual di tikungan macet menanjak . Pengemudi harus memutar roda kemudi, menekan gas, menjaga pedal kopling, menoleh kanan kiri memantau situasi diluar, mengontrol laju mobil dengan rem, berebut tempat dengan sepeda motor.

Lalu bayangkan dengan ini, kaki di pedal rem mengontrol laju mobil, memutar roda kemudi. Beres! Mobil bergerak sendiri dengan kecepatan rendah. Soal pindah gigi, menekan gas agar mobil bergerak, menjaga pedal kopling, semua sudah di urus mesin dan sistem transmisi matik. Pengemudi bisa sepenuhnya memantau situasi diluar dan mengarahkan mobilnya agar aman.

Tentu saja ada harga yang harus dibayar. Yang jelas konsumsi bahan bakar transmisi matik –bukan Avanza saja- lebih boros dari manual. Dan kampas rem lebih cepat habis jika pengemudi malas menggeser tuas ke posisi N jika berhenti dan malah menekan pedal rem seperti kebiasaan di manual.

6

Anatomi transmisi matik berbeda dengan manual. Transmisi manual terdiri dari kopling dan susunan gear. Kopling bertugas memisahkan aliran energi dari mesin ke transmisi. Saat pedal kopling ditekan, aliran energi di pisahkan. Saat itulah, tuas transmisi digerakkan untuk memindahkan gigi-gigi sesuai kebutuhan. Pengemudi jadi otaknya, dia yang menentukan kapan harus pindah gigi.

Pada transmisi matik, peran kopling diganti torque converter. Tidak ada susunan gigi-gigi, penggantinya adalah dua set planetary gear (untuk Avanza matik). Sedangkan perpindahan gigi dilakukan sistem hidrolis yang disebut Hydraulic Control System(HCS). Otaknya Electronic Control Transmission(ECT) yang dibisiki banyak sensor. Dia yang memerintahkan HCS untuk menaik-turunkan gigi atau menjaga gigi diputaran tertentu.

Torque conveter bisa disebut kopling otomatis. Tidak seperti kopling yang harus menempel untuk menyalurkan energi mesin, pada torque conventer tidak pernah nempel, energi dialirkan lewat fluida. Anda bisa membayangkan dua buah kipas angin berhadapan. Yang satu dihidupkan dan bilahnya akan berputar. Angin yang berhembus itu akan memutar bilah kipas didepannya. Itu prinsip dasarnya. Nah, pada torque conveter, fluida itu terperangkap dalam ruang tertutup. Jadi fluida yang mengalir akan kembali ke bilah awal dengan energi lebih besar dari semula sehingga putaran yang mengalir lebih kuat. Demikian seterusnya. Nah, selalu ada kondisi dimana mesin sudah berputar tapi aliran fluida itu belum cukup untuk memutar sistem transmisi. Disinilah biasanya bahan bakar terbakar percuma dan menurunkan efisiensi mesin.

Kerja planetary gears lebih rumit dari sistem gears pada manual. Kerjanya harus ditemani ‘asisten’ yang betugas mengerem/menahan gears dan bagian memutar. Kerja sistem dihidupkan oleh aliran fluida yang berasal dari hydraulic control system. Panel dibagian bawah sistem transmisi ini berupa jalur-jalur aliran fluida yang sangat rumit, halus dan berliku-liku. Karena itu, untuk memproduksi transmisi matik harus dilakukan diruang bebas debu. Karena satu debu saja bisa menyumbang satu pembuluh atau mengerosi saluran. Di Indonesia belum ada pabrik seperti ini, jadi didatangkan utuh dari Jepang.

Apa yang membedakan dengan transmisi matik lainya.? Pada Toyota Soluna misalnya. Sistemnya masih murni hidrolis-mekanis tidak dilengkapi sensor-sensor elektronis yang membantu mengoptimalkan kerja transmisi. Sistem safety juga ditingkatkn. ”Misalkan jika anda tidak sengaja memindahkan gigi dari D ke R,” Pada transmisi Avanza, tuas tetap pindah, tapi sensor-sensor memberitahu ECT bahwa ini ’perintah ilegal’ yang harus ditangani dengan hati-hati. Sistem akan memperlambat mobil lalu pada pada titik aman, di kecepatan 3km/jam, baru benar-benar pindah ke gigi mundur. Pada transmisi lama, ini fatal.

Avanza tidak dilengkapi dengan overdrive switch. Overdrive artinya transmisi berputar lebih cepat dari putaran mesin. Manfaatnya, mobil melaju lebih kencang. Mudharatnya, torsi sangat kecil. Jika switch ini ditekan, sistem akan menahan supaya gigi tidak pindah ke overdrive. Di Avanza fungsi switch itu digantikan dengan gigi 3. Jika tuas di geser ke posisi 3, maka transmisi matik tidak akan pindah ke gigi empat yang biasanya overdrive. Jadi bila melaju di tanjakan atau turunan, tuas dipindahkan ke posisi ini untuk mendapatkan torsi. Jika dirasa kurang bisa pindah lagi ke 2.

Salah satu kelebihan Avanza Matik adalah start yang smoth dan tidak ada hentakan. Ini karena muslihat yang dilakukan ECT. Ketika start, ECT tidak memerintahkan hydraulic control system untuk meminta

7

planetary gear set merubah diri jadi gigi satu, tapi malah langsung ke gigi 2. Namun ’pembakangan’ itu hanya sesaat saja. Begitu mobil beranjak, langsung komposisi planetary gear berubah lagi ke posisi gigi 1 untuk mendapatkan torsi maksimal dan bergarak penuh tenaga.

”Kerja transmisi automatic sangat tergantung pada fluida yang dipakai atau disebut Automatic Transmission Fluida (ATF). Jadi patuhi rekomendasi pabrikan untuk mendapatkan kinerja optimal,” saran :Avanza menggunakan Dextron yang diganti tiap 40,000km.

LEBIH PAHAM DENGAN TRANSMISI OTOMATIK

 

Mobil dengan transmisi otomatik semakin diminati, terutama di kota-kota besar dengan lalu lintasnya yang padat. Kondisi itu bisa dipahami karena pengemudi tidak lagi capek mengoperasikan kopling dan transmisi ketika laju mobil tersendat-sendat karena macet. Meski begitu, mobil dengan transmisi otomatik tersebut juga dikeluhkan oleh pemilik kendaraan, antara lain boros bahan bakar dan kampas rem.Mengapa mobil dengan transmisi otomatik boros akan bahan bakar? hal ini dikarenakan torque converter tetap berputar disaat mobil berhenti, artinya mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibandingkan dengan mobil yang menggunakan transmisi manual. Faktor ini juga menyebabkan mobil dengan transmisi otomatik menimbulkan gejala merayap di saat berhenti dengan tuas gigi berada di D dan pedal rem tidak di tekan.

Banyak pemakai kendaraan dengan transmisi otomatik hanya selalu menggunakan tuas gigi berada di D dan tidak pernah menggunakan overdrive atau OD. Padahal dengan memanfaatkan overdrive atau OD, konsumsi bahan bakar bisa di irit.

Kampas rem pada mobil dengan transmisi otomatik setiap 20.000 km harus sudah di ganti dengan yang baru. Sedangkan mobil dengan transmisi manual membutuhkan waktu yang agak lama yaitu setiap 50.000 km.

Hal tersebut disebabkan, pengemudi hanya menggunakan tuas gigi hanya berada di D dan tidak pernah memanfaatkan gigi D2 atau L. Terutama saat meluncur di turunan. Akibatnya, pemanfaatan engine brake sangat jarang atau tidak pernah sama sekali untuk memperlambat laju atau menghentikan mobil, hanya mengandalkan dari rem saja.

Otomatik bukan berarti membebaskan pengemudi tidak perlu ganti gigi dan injak kopling. Pada kondisi tertentu, misalnya untuk berakselerasi (OD OFF), saat meluncur di jalan bebas hambatan (OD ON), berhenti di lampu merah N, berada di jalan menurun D2 atau L.Ingat, posisi D3, D2 dan L pada pemindah gigi bukan sekadar panjangan, tetapi mempunyai fungsinya masing-masing.

Cara Benar dengan Transmisi Matik

Saat ini  kemacetan sudah menjadi menu tetap tiap pengendara. Karena terlalu rapat, sebentar-sebentar musti injak rem. Over transmisi, lalu gas lagi, rem lagi. Bikin kaki dan tangan pegal-pegal. Makanya, kendaraan dengan transmisi otomatis makin digemari. Cocok dengan jalur yang penuh kemacetan.

Memang menyenangkan. Namun, gunakanlah transmisi otomatis dengan benar. Bila tidak, salah satu akibatnya seperti yang dikeluhkan oleh seorang customer. Ada sedikit masalah pada transmisi otomatis mobilnya. Seperti ada yang mengganjal tiap kali akan menggeser stik transmisi dari R (mundur) ke P (parkir).

Bukan mustahil bila penyebab kasus ini adalah karena kerusakan pada lock pawl. Untuk menghindarinya, ikutilah gaya berkendara seperti ini:

Sehabis mundur (R), jangan langsung pindahkan transmisi ke posisi P (parkir) sebelum kendaraan berhenti.

Sebaiknya,  penggunaannya lebih halus. Berhenti dulu sebelum memindahkan ke posisi P. Bila tidak, dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem penguncian transmisi otomatis (lock pawl). Komponen ini dapat aus lebih cepat. Bila tidak diperbaiki, dapat menimbulkan suara kasar dan membuat macet perpindahan stick transmisi.

Padahal, lock pawl pada sistem transmisi otomatis sangat penting. Komponen ini dapat mencegah kendaraan `loncat` pada saat mesin distarter. Selain itu, lock pawl ini juga berfungsi sebagai pengunci as output transmisi. Sehingga, pada saat diposisikan `P` (parkir) kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali. Artinya, tanpa perlu menarik handle handbrake pun mobil bertransmisi matik yang diparkir tidak akan maju mundur sendiri.

Nah, tergantung tingkat keausan lock pawl. Bisa saja dua fungsi penting tadi sama sekali hilang jika lock pawl rusak parah. Dan menggantinya perlu membongkar transmisi lebih dulu. Pasti lebih merepotkan. Jauh lebih aman bila kita mencegahnya dengan menggunakan transmisi otomatis secara halus.

Memanfaatkan Engine Braking saat Berkendara dengan Mobil Matik

Pada dasarnya engine braking tetap dapat digunakan pada mobil automatic (matic). Pemanfaatan engine braking yang dapat membantu menghemat kanvas rem bisa diperoleh dengan melakukan pemindahan tuas transmisi ke posisi transmisi yang lebih rendah (downshift). Setelah menginjak pedal rem dan kecepatan mobil berkurang, geserlah tuas transmisi dari posisi D (DRIVE) ke:

1. Ke posisi “3”, atau OFF-kan fungsi OVERDRIVE / OD pada transmisi yang masih menggunakan OVERDRIVE manual (dengan cara menekan tombol O/D yang terdapat pada tuas transmisi). Transmisi akan turun ke posisi roda gigi ketiga dan tidak akan bisa pindah ke roda gigi ke empat.

2. Pindah lagi ke posisi “2”. Transmisi akan turun ke roda gigi kedua saat kecepatan kendaraan turun dengan cepat ke kecepatan di bawah 90 ~ 80 km/j. Penggeseran ini membuat efek engine braking lebih kuat.

3. Pindah ke posisi “L”. Transmisi akan turun ke roda gigi pertama saat kecepatan kendaraan turun dengan cepat ke kecepatan di bawah 40 ~ 30 km/j. Di posisi ini engine braking didapat secara maksimum.

Lakukan ketiga hal diatas secara berurutan dari yang paling tinggi ke roda gigi yang paling rendah.Prinsipnya mirip dengan transmisi manual, engine braking diperoleh dengan melakukan perpindahan ke transmisi yang lebih rendah. Angka kecepatan yang kami sebutkan di atas harus disesuaikan pada masing-masing kendaraan (keterangannya ada di buku pedoman pemilik).

Memang, dengan perpindahan ini maka laju mobil agak terasa tersentak. Ini tanda engine braking bekerja. Sentakan tersebut dapat semakin kita kurangi dengan memperhatikan kecepatan mobil saat melakukan perpindahan posisi tuas transmisi.

Untuk kondisi jalan pada di medan yang menanjak atau menurun, engine braking bisa kita dapatkan tanpa harus memindah posisi tuas transmisi seperti diatas. Caranya adalah dengan menjalankan kendaraan dengan posisi tuas transmisi pada posisi "2". Posisi ini membuat transmisi tidak bisa berpindah dari posisi "2" ke gigi yang lebih tinggi dan efek engine braking pada saat kita mengurangi tekanan pedal gas akan lebih besar.

Atau bisa juga menggunakan posisi "L" saat posisi kendaraan berhadapan dengan jalan yang menanjak atau menurun curam (misalnya, di basement gedung). Pada posisi ini, gigi percepatan hanya dapat bergerak pada posisi roda gigi 1 saja.

Tetapi, posisi "2" atau "L" sebaiknya tidak digunakan dalam waktu yang lama. Kalau sudah berada di jalan datar, segera pindahkan transmisi ke posisi “D”. Hal ini untuk mencegah fluida transmisi dari mengalami overheating maupun kerusakan pada transmisi.

Mengontrol Kecepatan Bukan Sekadar Injak Pedal Rem

Pedal rem termasuk perangkat penting yang pasti kita gunakan tiap kali berkendara. Meskipun sangat akrab dan kita perlukan untuk mengontrol kecepatan kendaraan, ternyata penggunaannya tidak cukup sekadar asal injak pedal rem. Ada teknik-teknik pengereman yang sebaiknya kita kuasai.Di samping sebagai pengemudi kita harus mengatur jarak aman agar terhindar dari tabrakan atau benturan di jalan, ada tiga poin yang harus kita perhatikan saat melakukan pengereman.

1. Injaklah pedal rem secara halus, bukan mendadak dan sekali tekan. Penginjakan yang mendadak memungkinkan rem mengunci ban. Ini sangat berbahaya karena akan menyulitkan pengemudi dalam mengontrol arah mobil. Bagi pengendara yang mobilnya sudah dilengkapi dengan ABS (anti-lock braking system), ban terkunci akibat pengereman tidak akan terjadi bila kondisi ABS dalam keadaan normal. Meskipun telah dilengkapi ABS, sebaiknya menginjak pedal rem memang tidak secara mendadak. Kecuali, objek di sekitar kita memang muncul secara tiba-tiba sehingga kita harus secara drastis segera mengurangi laju mobil.

2. Jangan menekan pedal kopling secara penuh saat menginjak pedal rem. Mirip dengan poin satu, jika pedal kopling diinjak secara penuh, kita juga akan kesulitan mengendalikan laju kendaraan dan efek engine braking menjadi tidak ada.

3. Bantu pengereman dengan menggunakan engine brake. Caranya, selain menginjak pedal rem, setelah kecepatan kendaraan turun lakukan juga penurunan perseneling ke gigi yang lebih rendah. Engine brake membantu kita lebih menghemat kanvas rem.

Seperti disebutkan pada poin ketiga, selain terkait dengan masalah keselamatan, teknik mengerem ini juga perlu kita lakukan dalam rangka lebih memperpanjang usia komponen pada sistem pengereman, terutama kanvas rem. Dan yang tidak kalah penting, usahakan tetap mengontrol diri saat melakukan pengereman. Karena, pengereman akan sangat optimal bila Anda tidak panik.

Mengenal Toyota Avanza Matik

Transmisi automatic 4-speed yang dipakai Toyota Avanza, baik 1.5 S matik dan 1.3 G Matik dan kelak 1.3 E Matik didatangkan utuh dari Jepang dan bukan buatan Indonesia seperti transmisi manual Avanza. Kenapa harus dari Jepang, baca terus tulisan ini.

Avanza matik menawarkan kenyaman dan kemudahan terutama untuk penggunaan dalam kota karena kerja kaki kiri yang mengoperasikan kopling sudah tidak ada lagi. Pengemudi hanya menggunakan kaki kanan untuk menginjak pedal gas atau rem.

Manfaat lain, konsentrasi pengemudi tidak terpecah-pecah. Bayangkan jika menggunakan transmisi manual di tikungan macet menanjak . Pengemudi harus memutar roda kemudi, menekan gas, menjaga pedal kopling, menoleh kanan kiri memantau situasi diluar, mengontrol laju mobil dengan rem, berebut tempat dengan sepeda motor.

Lalu bayangkan dengan ini, kaki di pedal rem mengontrol laju mobil, memutar roda kemudi. Beres! Mobil bergerak sendiri dengan kecepatan rendah. Soal pindah gigi, menekan gas agar mobil bergerak, menjaga pedal kopling, semua sudah di urus mesin dan sistem transmisi matik. Pengemudi bisa sepenuhnya memantau situasi diluar dan mengarahkan mobilnya agar aman.

Tentu saja ada harga yang harus dibayar. Yang jelas konsumsi bahan bakar transmisi matik –bukan Avanza saja- lebih boros dari manual. Dan kampas rem lebih cepat habis jika pengemudi malas menggeser tuas ke posisi N jika berhenti dan malah menekan pedal rem seperti kebiasaan di manual.

Anatomi transmisi matik berbeda dengan manual. Transmisi manual terdiri dari kopling dan susunan gear. Kopling bertugas memisahkan aliran energi dari mesin ke transmisi. Saat pedal kopling ditekan, aliran energi di pisahkan. Saat itulah, tuas transmisi digerakkan untuk memindahkan gigi-gigi sesuai kebutuhan. Pengemudi jadi otaknya, dia yang menentukan kapan harus pindah gigi.

Pada transmisi matik, peran kopling diganti torque converter. Tidak ada susunan gigi-gigi, penggantinya adalah dua set planetary gear (untuk Avanza matik). Sedangkan perpindahan gigi dilakukan sistem hidrolis yang disebut Hydraulic Control System(HCS). Otaknya Electronic Control Transmission(ECT) yang dibisiki banyak sensor. Dia yang memerintahkan HCS untuk menaik-turunkan gigi atau menjaga gigi diputaran tertentu.

Torque conveter bisa disebut kopling otomatis. Tidak seperti kopling yang harus menempel untuk menyalurkan energi mesin, pada torque conventer tidak pernah nempel, energi dialirkan lewat fluida. Anda bisa membayangkan dua buah kipas angin berhadapan. Yang satu dihidupkan dan bilahnya akan berputar. Angin yang berhembus itu akan memutar bilah kipas didepannya. Itu prinsip dasarnya. Nah, pada torque conveter, fluida itu terperangkap dalam ruang tertutup. Jadi fluida yang mengalir akan kembali ke bilah awal dengan energi lebih besar dari semula sehingga putaran yang mengalir lebih kuat. Demikian seterusnya. Nah, selalu ada kondisi dimana mesin sudah berputar tapi aliran fluida itu belum cukup untuk memutar sistem transmisi. Disinilah biasanya bahan bakar terbakar percuma dan menurunkan efisiensi mesin.

Kerja planetary gears lebih rumit dari sistem gears pada manual. Kerjanya harus ditemani ‘asisten’ yang betugas mengerem/menahan gears dan bagian memutar. Kerja sistem dihidupkan oleh aliran fluida yang berasal dari hydraulic control system. Panel dibagian bawah sistem transmisi ini berupa jalur-jalur aliran fluida yang sangat rumit, halus dan berliku-liku. Karena itu, untuk memproduksi transmisi matik harus dilakukan diruang bebas debu. Karena satu debu saja bisa menyumbang satu pembuluh atau mengerosi saluran. Di Indonesia belum ada pabrik seperti ini, jadi didatangkan utuh dari Jepang.

Apa yang membedakan dengan transmisi matik lainya.? Pada Toyota Soluna misalnya. Sistemnya masih murni hidrolis-mekanis tidak dilengkapi sensor-sensor elektronis yang membantu mengoptimalkan kerja transmisi. Sistem safety juga ditingkatkn. ”Misalkan jika anda tidak sengaja memindahkan gigi dari D ke R,”  Pada transmisi Avanza, tuas tetap pindah, tapi sensor-sensor memberitahu ECT bahwa ini ’perintah ilegal’ yang harus ditangani dengan hati-hati. Sistem akan memperlambat mobil lalu pada pada titik aman, di kecepatan 3km/jam, baru benar-benar pindah ke gigi mundur. Pada transmisi lama, ini fatal.

Avanza tidak dilengkapi dengan overdrive switch. Overdrive artinya transmisi berputar lebih cepat dari putaran mesin. Manfaatnya, mobil melaju lebih kencang. Mudharatnya, torsi sangat kecil. Jika switch ini ditekan, sistem akan menahan supaya gigi tidak pindah ke overdrive. Di Avanza fungsi switch itu digantikan dengan gigi 3. Jika tuas di geser ke posisi 3, maka transmisi matik tidak akan pindah ke gigi empat yang biasanya overdrive. Jadi bila melaju di tanjakan atau turunan, tuas dipindahkan ke posisi ini untuk mendapatkan torsi. Jika dirasa kurang bisa pindah lagi ke 2.

Salah satu kelebihan Avanza Matik adalah start yang smoth dan tidak ada hentakan. Ini karena muslihat yang dilakukan ECT. Ketika start, ECT tidak memerintahkan hydraulic control system untuk meminta planetary gear set merubah diri jadi gigi satu, tapi malah langsung ke gigi 2. Namun ’pembakangan’ itu hanya sesaat saja. Begitu mobil beranjak, langsung komposisi planetary gear berubah lagi ke posisi gigi 1 untuk mendapatkan torsi maksimal dan bergarak penuh tenaga.

”Kerja transmisi automatic sangat tergantung pada fluida yang dipakai atau disebut Automatic Transmission Fluida (ATF). Jadi patuhi rekomendasi pabrikan untuk mendapatkan kinerja optimal,” saran :Avanza menggunakan Dextron yang diganti tiap 40,000km.

CARA TEPAT SAAT KONDISI DARURAT PADA KENDARAAN

 

Copot Terminal Aki Mobil, Asal Tahu Usah Ragu!

 Sederhana, namun kerap bikin bingung. Hal ini bisa terjadi pada saat berurusan dengan aki. Soalnya, hingga kini masih banyak yang bertanya mengenai bagaimana prosedur yang benar melepas terminal aki. Padahal prosesnya sangat simpel, tinggal kendurkan pakai baut dan copot kedua terminal itu. Memasangnya kembali pun tinggal dikencangkan saja.

Namun, banyak yang menganggap ada sesuatu nan rumit yang berhubungan dengan sistem kelistrikan mobil. Wajar, mobil masa kini kian canggih dengan berbagai peranti elektronis. Termasuk mesin yang juga memiliki komputer sendiri. Pada kendaraan yang lebih canggih pun banyak control unit yang tersebar untuk mengatur berbagai peranti di sekujur bodi mobil.

Usah ragu, prosedur melepas kepala aki bisa semudah prosesnya kok. Asal tahu dan mengerti efeknya, bukan? Nyatanya, efek mencabut aki tidak terlalu mengerikan, kok. Apa saja sih?

 

SEPUTAR INTERIOR

Simpel banget kok, karena bagian yang paling kena dampak pencabutan aki hanya di seputar interior. Beberapa peranti memang bisa kena reset setelah mengganti aki. Namun, sebelum membahas itu, mari kita tilik hal-hal mengerikan yang disinyalir bisa terjadi setelah melepas aki.

Paling banyak, anggapan yang beredar adalah ECU bisa terkunci bisa salah melakukan prosedur mengganti aki. Pendapat ini bisa salah bisa benar. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya, prosedur penggantian aki tidak memerlukan perlakuan khusus dengan engine scanner setelah aki baru terpasang. Tidak perlu memasukkan kode khusus sebagai kunci pembuka fungsi ECU kembali.

Jadi, cukup lakukan seperti wajarnya penggantian aki. Cabut terminalnya, taruh aki pengganti dan pasang lagi di kedua kutub aki. Hanya saja, perlu hati-hati. Karena ECU mirip komputer desktop di rumah Anda. Komputer tidak baik dimatikan dengan mencabut langsung kabel catu dayanya.

Pastikan semua fungsi ECU sudah mati. Misalnya mesin sudah mati sempurna, indikator di dasbor pun sudah padam. Karena kalau tidak, bisa jadi masih ada arus data yang mengalir di sistemnya. Nah, itu yang bisa bikin masalah.

Selain itu, yang kena reset paling hanya fail save. Kalau ada indikator yang menyala karena ada yang tidak beres, mencopot aki bisa bikin mati indikator.Kecuali buat mobil yang ada immobilizer, karena biasanya terekam dalam chip immobilizer.

Khusus buat Toyota Kijang Kapsul bermesin 7K-E 1.800 cc injeksi, setelan CO bisa berubah kalau aki dicopot. Untuk itu sebaiknya AFR diperiksa ulang setelah mencopot aki .

Selebihnya, yang kena reset hanya beberapa peranti di interior. Paling kentara adalah jam . Ada beberapa mobil yang punya cadangan daya buat jam ini, namun rata-rata jam digital bisa berubah setelah mencopot aki.

Begitu juga denga setelan pada audio. Pastinya, "Semua simpanan frekuensi stasiun radio bisa hilang,

Jangan lupa setting kembali power window atau sunroof yang punya fitur auto. Biasanya setelah cabut aki, fitur ini tidak aktif. Caranya mudah, cukup dengan menekan atau menarik tombol power window sekitar 10 detik, fitur itu bisa aktif kembali .

 

 

 

Malas Di Start? Tempelkan Saja Remotenya

 Apa jadinya kalau bisa masuk mobil tapi mesin tak bisa distarter. Tentu bingung dan panik. Itulah yang terjadi pada saat menekan start button Toyota Yaris tipe S Limited keluaran 2007. Ada dimana masalahnya?

Gejala awal, ketika tombol start ditekan mesin tak langsung merespon. Harus berulang kali di tekan untuk menghidupkannya. Perkiraan awal masalah ada di tombol tersebut.

Namun ternyata tak demikian. Setelah dibawa ke salah satu bengkel resmi Toyota diketahui kalau letak masalah ada di baterai remote.

Uniknya baterai ini memiliki umur yang hanya 1 tahun saja. Padahal  umur pakainya mencapai 2 tahun.

Setelah penggantian baterai yang memiliki harga di atas Rp 83 ribu ini masalah memang selesai. Namun apa sebenarnya yang bisa membuat baterai cepat habis atau remote bermasalah. Bagaimana  penanganannya.

Kalau dalam keadaan darurat, dekatkan lambang Toyota yang ada di remote dengan tombol start. Tunggu sampai terdengar bunyi beep baru lakukan start seperti biasa.

Ini dikarenakan antara remote dengan sistem start di mobil saling memberikan sinyal. Penanganan seperti ini bisa dilakukan tak hanya pada Toyota Yaris saja, namun juga pada Toyota lain yang mengadopsi sistem keyless entry dan start button.

Mengenai baterai yang cepat habis, bisa karena beberapa sebab. Seperti karena kualitas baterai itu sendiri yang tidak bagus.

Tapi mengingat pada kasus ini yang dipakai merupakan baterai dari Toyota, anggapan ini bisa dikesampingkan.

Selain masalah pada baterai, remote itu sendiri juga terkadang kena masalah. Penyebabnya ada beberapa sehingga ketika diaktifkan remote enggan bekerja. Berada dekat dengan bangunan yang memiliki gelombang frekwensi tinggi dan besar salah satunya.

Seperti berada di dekat pemancar radio, genset, saluran utama listrik tegangan tinggi atau radio antar penduduk. Maka bukan tak mungkin saat berada di parkiran mall, mobil akan sulit start karena mobil berada dekat genset aktif .

 

 

Cara Klasik Hingga Modern Antisipasi Fan Belt Berisik

Banyak kejadian, fan belt dan AC belt di mesin bernyanyi, tak lama setelah melewati banjir atau genangan air.

Posisi belt yang kerap berada di bawah karena berhubungan dengan engine pulley, sering terkena cipratan air atau malah terendam saat melibas genangan.

Meski kondisi belt belum getas atau baru saja ganti, tetap tak bisa lepas dari bunyi berisik. Ini lantaran air membuat kering karet belt alternator atau AC saat berputar kencang.

Apalagi air yang mengguyur belt tak murni air bersih melainkan air kotor yang bercampur dengan kotoran seperti tanah atau pasir.

 

 

BELT DRESSING

Mengantisipasi hal ini, bisa dilakukan dengan cara sederhana. Mulai dari cara yang paling klasik hingga moderen.Intinya adalah menghilangkan bunyi berisik saat belt diputar mesin.

cara lama masih bisa di pakai

Semprotkan secara bertahap

Cara paling moderen dan tak perlu berkotor tangan dengan menyemprotkan cairan khusus yang dikemas dalam kaleng aerosol.

Lazim disebut belt dresser atau belt dressing. Semprotan dalam bentuk kaleng ini sudah banyak di sentra onderdil atau di hypermarket.

Tinggal hidupkan mesin dan biarkan dalam kondisi stasioner. Semprotkan belt yang dirasa berisik. Teknis penyemprotan tak sama dengan membersihkan karburator atau injektor. Cukup dengan menyemprotkan secara bertahap dengan dosis penyemprotan secukupnya.

Jangan tekan sprayer terus menerus sampai belt becek. Bila belt sudah sunyi senyap, segera hentikan aksi penyemprotan.Bila terlalu banyak bisa membuat kotor kabin mesin karena cipratan cairan belt dressing yang berlebih.

Metode lain, meski sudah dianggap usang namun untuk beberapa kondisi tertentu masih efektif mengusir bunyi. Khusus untuk ruang mesin yang masih lega, bisa gunakan lilin batangan yang ditempelkan ke permukaan bagian dalam belt (bagian yang bersinggungan dengan puli).

Tak ada lilin, bisa ambil sedikit gemuk (grease) jenis hi-temperature. Bisa gunakan kuas atau media lainnya untuk mengoles bagian dalam belt.

Terapi dengan gemuk harus dilakukan dengan hati-hati karena olesan dengan dosis yang berlebih bisa bikin belt selip.

Alternatif lainnya adalah oli atau pelumas mesin. Metode yang sama dengan gemuk, oleskan bagian dalam belt yag bersinggungan dengan puli hingga bunyi berangsur hilang.

Berlaku sama dengan gemuk, dosis oli yang terlalu banyak bisa membuat belt selip.

Bila ketiga material tadi tak ada di sekitar kita, bisa gunakan campuran air dan sabun alias air sabun. Meski tak bisa bertahan lama, cara ini bisa juga menghilangkan bunyi berisik dari belt yang mengganggu telinga. Guyurkan air sabun seperlunya ke belt yang berisik.

 

Anak Kunci Hilang, Minta Bengkel Resmi Registrasi Ulang

Berikut ini peringatan penting bagi para pemilik kendaraan yang mobilnya sudah mengaplikasikan immobilizer. Jangan berdiam diri saja ketika anak kunci immobilizer hilang. Minta ke bengkel resmi agar melakukan registrasi ulang.

Bukan apa-apa, kita ambil pengandaian terburuk. Jika anak kunci tersebut jatuh ke tangan orang jahil dan tahu anak kunci tersebut milik mobil Anda, ia akan dengan leluasa menghidupkan dan membawa kabur mobil Anda. Seperti kita tahu, pengaplikasian immobilizer sebenarnya untuk pengamanan mobil dari aksi pencurian. Dengan perangkat ini, mobil hanya dapat dihidupkan dengan anak kunci yang sudah di-set dengan kode tertentu.

Cara kerjanya sangat sederhana. Ketika anak kunci dimasukkan ke dalam lubang kunci, maka kode pada anak kunci akan diterima oleh antena transponder. Antena kemudian akan mengirim informasi ke Electronic Control Unit (ECU) immobilizer. ECU inilah yang membaca kode tersebut, jika sesuai ECU akan memerintahkan ECU engine untuk memberi tegangan pada pengapian dan bahan bakar sehingga terjadi pembakaran di ruang bakar. Mesin pun kemudian dapat dihidupkan.

Teknologi yang sudah diaplikasikan pada mobil-mobil yang didistribusikan Astra ini, (misalnya Peugeot 206, 307, 806 dll, atau pada Toyota Camry, Yaris, Innova, Rush, juga pada Daihatsu Sirion), makin memperkecil kemungkinan mobil dicuri orang. Bisa dikatakan bahwa sistem pengaman dengan teknologi ini melengkapi sistem alarm yang belakangan ini sudah banyak berhasil "dijebol" para pencuri mobil. Dengan immobilizer, meskipun pencuri berhasil masuk, ia tidak akan sanggup membawa kabur mobil Anda kecuali dengan anak kunci immobilizer.

Itu sebabnya, mobil perlu di-registrasi atau inisialisasi ulang. Melalui alat yang disebut dengan intellegent tester, bengkel resmi akan menghapus kode pada kunci yang lama dan memasukkan kode yang baru serta menyimpannya dalam ECU immobilizer. Dengan demikian, kunci yang lama sudah tidak bisa digunakan untuk menghidupkan mobil Anda lagi.

 

Van Belt Putus Karena Terganjal Si Pemburu Tikus

Van belt putus bukan cuma karena aus, setelannya terlalu kencang atau terlalu kendur. Sehingga komponen yang berperan penting dalam mentransfer energi dari putaran mesin ke sistem pengisian listrik maupun sistem pendingin ini tidak bekerja dengan baik.

Suatu pagi seorang pemilik Toyota terperanjat bukan kepalang ketika di ruang mesin terdengar bunyi gludak-gluduk setelah kunci kontak diputar ke posisi "START". Bunyi itu hilang setelah mesin mati. Setelah membuka kap mesin, keterkejutannya makin menjadi-jadi karena ternyata selain van beltnya putus, ada darah segar berceceran. Rupanya, ada seekor kucing di lintasan van belt. Binatang yang terkenal sebagai pemburu tikus ini kontan mati ketika van belt berputar berbarengan dengan hidupnya mesin.

Bukan hanya sekali atau dua kali, kasus kucing masuk ke ruang mesin pernah beberapa kali. Yang paling ekstrim memang dapat mengakibatkan van belt putus. Beberapa kasus lainnya hanya mengakibatkan mesin mati (macet) dan van belt selip (keluar lintasan).

Yang tidak kalah unik, ada juga pelanggan Toyota yang meminta bantuan darurat karena seekor anak kucing terjebak di ruang mesin.Karena buru-buru dan kucing itu gak mau keluar, saya biarkan aja dia di dalam ruang mesin..

Beruntung, kucing itu akhirnya keluar sendiri setelah pengendara RUSH ini sampai di lokasi tujuan. Tapi, selama di perjalanan jadi lucu juga. Suara kucing yang meng-eong-eong terdengar sampai ke telinga pengendara sebelah, ceritanya sambil tersenyum. Pelanggan Toyota ini menduga kucing tersebut masuk lewat kolong mesin sewaktu mobil tengah diparkir di rumahnya. Barangkali karena kucing itu mengejar tikus yang kebetulan lari dan bersembunyi ke sela-sela mesin.

Dugaan masuknya kucing ke ruang mesin karena mengejar tikus sangat mungkin benar. Kemungkinan lain yang juga sangat masuk akal adalah karena ruang mesin adalah tempat yang hangat, apalagi bila baru beberapa lama parkir setelah menempuh perjalanan. Tempat yang hangat inilah yang ingin dinikmati kucing. Kemungkinan ini makin bertambah besar jika hari hujan.

Karena itu, bila kebetulan hujan menguyur sehingga hawa menjadi dingin, tidak ada salahnya untuk mewaspadai kemungkinan ada kucing di ruang mesin. Sebelum berkendara, pertama kali selalu cek semua komponen dan bagian yang penting. Periksa air radiator, oli, minyak rem, kopling, aki, dll. Saat memeriksa bagian-bagian ini, kita sekaligus dapat mengetahui ada tidaknya binatang yang dapat membahayakan keselamatan berkendara.

Atau, langkah kedua yang lebih praktis lagi: sebelum memutar kunci kontak ke posisi "START" tekanlah klakson terlebih dahulu. Dengan suara yang mengejutkan ini, diharapkan kucing keluar dari ruang mesin. Tips ini juga sangat tepat digunakan bila mobil parkir dalam jangka waktu lama, bahkan mungkin jika mobil tersebut jarang digunakan.

 

Berkendara Darurat dengan Fan Belt Sekarat

Satu dari sekian banyak masalah saat berkendara yang lumayan sering muncul adalah fan belt alternator putus tiba-tiba. Efeknya dapat sangat merepotkan. Karena terkait dengan kerja alternator (sistem pengisian listrik / accu) dampak putusnya komponen ini dapat mengakibatkan mogok. Karena itu, jika terdengar bunyi aneh di ruang mesin, atau lampu indikator accu menyala segera lakukan pemeriksaan.

Jika komponen yang terletak di ruang mesin ini sudah kedapatan putus, satu-satunya jalan adalah mengganti fan belt dengan yang baru. Mobil yang putus fan belt-nya tetap dapat dijalankan secara darurat, dengan catatan: lokasi yang ditempuh tidak terlalu jauh dan tetap berkendara sambil memantau temperatur mesin. Jika indikator temperatur mesin sudah melebihi standar, hentikan kendaraan sejenak, lanjutkan lagi jika mesin sudah mendingin. Selain mengontrol temperatur, mobil bisa tetap dijalankan dengan mematikan semua accesoris yang bisa menyedot energi listrik (AC, tape, lampu besar, dll).

Langkah-langkah tersebut perlu dilakukan mengingat fungsi vital fan belt alternator terhadap temperatur mesin maupun listrik. Secara teknis fungsinya adalah untuk meneruskan tenaga dari poros engkol ke dinamo amper, kipas pendingin dan pompa air. Dinamo amper harus digerakkan karena ia bertugas menghasilkan setrum (listrik). Energi yang dihasilkan ini akan digunakan untuk mengisi accu dan kelistrikan lainnya. Itu sebabnya, bila fan belt alternator putus, lama kelamaan sistem kelistrikan / accu mobil bisa tekor. Implikasinya adalah mobil mogok.

Sementara, kipas pendingin berguna untuk mempercepat aliran udara dari depan kendaraan yang akan melalui radiator (pendingin air). Sedangkan pompa air, berguna untuk mensirkulasikan air pendingin pada sistem pendingin. Hasil kerja kedua komponen ini akan membuat panas mesin selalu terkendali.

Di samping fan belt alternator, kendaraan umumnya terdiri dari beberapa fan belt. Diantaranya adalah fan belt untuk menggerakkan water pump (pompa air), kompresor AC dan pompa power steering. Pada mesin diesel malah ada fan belt untuk menggerakkan pompa vakum (untuk menghasilkan kevakuman). Pada beberapa tipe mobil, satu fan belt langsung menggerakkan ketiga komponen tadi.

Semua sama penting dan vital. Bila mengalami kerusakan dan tidak segera diatasi, bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Untuk itu, kami sarankan beberapa tips untuk merawat fan belt supaya tidak putus tiba-tiba.

1. Lakukan pemeriksaan fan belt. Periksa fan belt dari kemungkinan aus, getas, dan kurang lentur. Biasanya setiap servis berkala (tune up) atau setiap 5.000 km, bengkel juga akan memeriksa komponen ini. Ganti fan belt apabila kondisinya sudah tidak baik (tipis, retak-retak dan tidak lentur).

2. Setel ketegangan fan belt apabila sudah kendor. Fan belt yang kendor bisa menyebabkan penerusan putaran tidak maksimal (terjadi slip). Bila slip, otomatis semua komponen yang digerakkan tidak akan bekerja maksimal.

3. Hindari pemakaian pelumas (grease) yang berlebihan. Biasanya, bila kerja fan belt terasa berisik, pengendara mengatasinya dengan mengolesi fan belt dengan grease. Tapi jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan fan belt slip. Slip yang berlebihan akan menimbulkan panas.

CARA TEPAT DAN EKONOMIS MERAWAT INNOVA ANDA

 

Panduan Jika Sokbreker Depan Dan Sok Pintu Bagasi Innova Anda Rusak!

 

Enam tahun sudah, tanpa terasa Toyota Kijang Innova terlahir di pasar lokal. Pastinya banyak suka duka yang muncul bersamaan dengan perjalanannya.

Dengan usia yang bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, mulai banyak juga pemilik yang mengalihkan perawatannya dari jaringan bengkel resmi. Seperti terpantau dari pasaran onderdil baik orisinal maupun aftermarket di sentra-sentra spare part.

Dari berbagai komponen yang dicari pemilik generasi terakhir mobil penyandang nama legendaris Kijang ini, ada beberapa peranti yang bisa dikatakan best seller. Kalau penjualannya banyak, berarti komponen itu juga paling sering diganti bukan?

Uniknya, komponen itu belum tentu tergolong fast moving. Ada juga onderdil yang sebenarnya jarang diganti. “Biasanya ada saja yang mencari,”

Beberapa komponen ini termasuk barang ‘most wanted’ yang bisa masuk daftar belanja Anda. Plus satu paket knalpot khusus buat Innova yang sudah mengaplikasi sistem emisi Euro 2.

 

Sokbreker Depan

Salah satu komponen yang sebenarnya bukan onderdil fast moving   yang kerap jadi incaran pemilik Innova adalah sokbreker depan. “Enggak tahu kenapa, setiap orang mencari sokbreker, pasti yang depan. Jarang cari yang belakang,”

Biasanya sokbreker mengalami kebocoran. Sehingga tidak mampu lagi bekerja maksimal. Kalau diganti, Konon usianya tidak lama. “Bahkan kadang tidak sampai satu tahun sudah ganti lagi.”

Sepasang sokbreker depan orisinal merek Kayaba buatan lokal bisa didapat dengan menukar senilai Rp 734 ribu. Ada juga Kayaba Ultra dengan warna kuning dengan harga lebih murah, Rp 500 ribu.

Sedangkan merek aftermarket juga bisa diburu. Misalnya sokbreker Monroe yang bisa dipinang dengan Rp 1,1 juta. Atau sok yang lebih keras lagi seperti Bilstein yang lebih mahal, mencapai Rp 2,5 juta sepasang.

 

Sok Pintu Bagasi

Komponen yang satu ini dibilang penting tidak, tetapi kalau rusak bisa bikin susah. Bayangkan, kalau sok pintu bagasi ini rusak, susah kan mau ambil barang di bagian belakang kabin. Karena mau tak mau harus menahan pintu bagasi yang sangat berat.

Sayangnya, spare part yang satu ini meski kecil harganya bisa bikin kaget. Satu buah bisa kena Rp 1,075  juta. Sedangkan pintu belakang punya dua sok. Artinya kalau mau ganti sepasang harus siap duit dua jutaan

Mau substitusi pakai sok buat mobil lain pun sulit. Karena panjang dan dudukannya berbeda. Buat yang kreatif, bisa bikin ganjalan ala mekanik pinggir jalan. Misalnya pakai selongsong pipa yang bisa mengganjal sok kala pintu terangat penuh.

Atau bisa cari komponen aftermarketnya. “ yang nomor 2, mirip dengan asli. Harganya berkisar Rp 500 ribu sepasang,”

 

 

 

Biaya Ganti Kampas Rem Dan Tongkat Persneling Innova

Komponen yang satu ini sudah pasti masuk kategori barang fast moving. Akan tetapi, kalau Anda memelihara Innova dengan ‘jenis kelamin’ otomatis, kampasnya bisa lebih cepat habis.

Pada beberapa kejadian, ada keluhan mengenai kotornya pelek Innova yang bertransmisi matik. “Entah pemiliknya pakai kampas asli atau tidak, tetapi begitu keluhannya.        

Buat pemilik Innova matik, memang disarankan pakai kampas depan orisinal yang dilego Rp 632 ribu sepasang. Jangan beli yang aspal, ya. Maksudnya,  pakai merek asli tetapi harganya menggiurkan karena lebih murah.

 

Lebih baik memilih komponen aftermarket yang bisa dipertanggungjawabkan. “Ada dua merek aftermarket, misalnya TRW dan Bendix”.

 

Kedua merek aftermarket itu dilego di bawah Rp 300 ribu. TRW Rp 225 ribu dan Bendix Rp 275 ribu. Bahan TRW tak jauh beda dengan yang asli. Sedangkan Bendix ketika diraba lebih kasar dan tampak mengandung lebih banyak logam.

 

Tongkat Perseneling

Pernah merasa aneh dengan tongkat persneling? Biasanya ditandai dengan gejala tongkat ini bakal terasa agak longgar. Artinya memang ada komponen yang mulai apkir.

Tongkat persneling manual Toyota Kijang Innova relatif berbeda dengan mobil lain. Misalnya dengan Kijang kapsul dan kotak yang langsung nyemplung ke transmisi. Kalau oblak, bisa karena plastik di bagian bawah tuas yang mulai aus.     

Nah, pada Innova, tongkat persnelingnya secara sekilas mirip dengan Kijang lawas. Di bagian bawahnya juga ada plastik yang biasa aus. Sayangnya, bukan plastik ini yang kalah duluan. Tetapi yang rusak adalah karet sambungan di tengah tongkat.

Jika dicermati lebih lanjut, memang ada karet di tengah tongkat, menyambungkan bagian atas dan bawah. Karet itu bisa pecah dan bikin oblak.

Tak bisa ganti karet, solusinya hanya bisa ganti tongkat yang cukup mahal, mencapai Rp 947 ribu.

Bisa saja sih dimatikan dengan las atau diganjal besi. Oblak langsung hilang. Sayang, konsekuensinya jadi tak bisa meredam getaran.

 

Biar Innova Makin Sempurna, Ganti Knalpot Dan Karet Pintu

 

 Nah, kalau yang ini khusus buat pemilik Innova yang sudah pakai mesin berstandar emisi Euro 2.

Paketnya, sport front resonator (Rp 1,775 juta), sport rear muffler (Rp 2,134 juta), sport tail pipe with resonator (Rp 1,187 juta). Khusus resonator tengah, didesain buat menggantikan catalytic converter.

Resonator tersebut juga memiliki restriksi seperti katalisator. “Malah tahanannya ditambah. Pipa juga pakai diameter 2 inci, lebih kecil dari standarnya 2,5 inci”.

Paket ini punya efek mirip dengan Kansai buat Innova awal. Kabarnya, top speed juga bagus karena rear muffler lebih plong dari aslinya.

 

Karet Balon Pintu

Musim hujan nih, jangan sampai kondisi di kabin sama dengan luar. Basah. Ih, amit-amit deh. Masak nyetir mobil sama kuyupnya dengan naik motor? Coba segera cek karet bodi, buat menentukan sumber rembesan.

Apesnya buat Innova, karet yang  paling sering koyak adalah karet pintu sebelah kanan depan. “Karena pintu pengemudi, paling sering dibuka tutup”.

Yang rusak adalah karet balon yang menempel di bodi, bukan di pintu. Sulit cari karet meteran buat bodi bagian dalam pintu Innova ini. Namun jangan kuatir, barang orisinalnya saja murah kok. Cukup rogoh kocek Rp 146 ribu saja. Dijamin enggak bocor lagi.

 

Semprot Cleaner, Usir Ngelitik Kijang Innova

Bingung tak terkira mendapatkan Toyota Kijang Innova berbahan bakar bensin timbul gejala knocking. Masalahnya bukan hanya ngelitik biasa, tapi hanya timbul di kecepatan 80 km/jam.

Setelah diperiksa,Akhirnya didapatkan bahwa masalah pada MPV kelahiran 2006 ada pada kinerja PCV (positive crankcase valve) yang berada di bagian belakang mesin, berdekatan dengan firewall.

PCV merupakan one way valve alias katup searah yang terdiri dari bola baja dengan per kecil di bagian bawahnya. PCV tersambung antara bagian kepala silinder dengan blok mesin.Tujuannya untuk mengalirkan tekanan udara panas berlebih dari kepala silinder ke blok pada putaran mesin tinggi.

Begitu kinerja PCV terganggu alias enggak bener, otomatis udara panas dari kepala silinder tidak mampu dialirkan. Efeknya tentu menambah tinggi temperatur mesin. Nah ini dia sumber penyakit kenapa jadi knocking. Karena kerjanya di putaran mesin tinggi juga, gejala knocking baru terasa di kecepatan 80 km/jam.

Begitu ketemu masalahnya, baru deh mulai mengerjakan proyek pembersihan PCV. Pertama lepas dahulu pipa intake dengan melepas klem-an menggunakan kunci sok 10 mm atau bisa juga menggunakan obeng plus. Setelah itu akan terlihat slang PCV pada bagian mesin sebelah kiri atas. Lepas klem pengunci slang cukup dengan tangan saja. Kemudian lepas PCV dengan kunci ring ukuran 22 mm.

Selanjutnya, PCV disemprot menggunakan carburetor cleaner. Semprot melalui lubang di bagian atas PCV . Ketika memasukkan slang carburetor cleaner, akan terasa bola baja yang terganjal per.

Jangan ragu tekan juga bola ketika menyemprot carburetor cleaner,. Tujuannya untuk menyingkirkan segala kotoran yang menyumbat per dan bola tersebut.

Kelar kerjaan, sekarang tinggal merakit ulang seperti kebalikannya. Usah khawatir bagi yang PCV-nya bermasalah. Kalau ingin mengganti dengan barang baru. Untuk kepunyaan orisinil Kijang Innova, harga di pasaran berkisar Rp 100 ribu per buah.

Sembari merakit ulang, sekalian aja yukk cek beberapa potensi kebocoran udara palsu. Kan mumpung kondisi kepala silinder terlihat jelas.

Cek kekencangan pemasangan busi. Kalau kurang kencang bisa mengakibatkan udara palsu masuk ke ruang bakar.

Jangan sampai ketinggalan juga untuk mengencangkan semua baut dan klem-an slang intake.Biar enggak ada kebocoran udara yang berpotensi masuk ke ruang bakar.

 

Gantungan Roda Cadangan Kijang Innova Rusak? Kok Repot, Begini Cara Gantinya!

 

 Peranti yang satu ini mungkin tak pernah terbayangkan oleh pemilik Toyota Kijang Innova. Jangankan tahu bentuknya, memakainya saja bisa setahun sekali! Hayo, apa coba?

Pernahkah melihat peranti penggantung roda cadangan? Sebagian ada yang mengangguk, ada juga yang mengernyit dahi atau malah geleng-geleng? Apa pun reaksi Anda, wajar kok.

Ada beberapa pemilik meletakkan ban serep di belakang jok tengah,karena gantungannya rusak.

Usut punya usut, sepertinya pengendara  kurang telaten mengganti roda cadangan. Pasalnya, rumah gantungan tampak koyak . Bisa karena dipaksa ketika macet. Macet karena terburu-buru memutar penguncinya yang bisa diakses dari bumper belakang.

Entah kebetulan atau tidak, peranti ini tersedia ready stock di toko spare part.Memang tidak banyak yang beli. Tetapi ada kok. Yang ini buatan Taiwan karena kalau yang asli lumayan mahal, bisa di atas Rp 700 ribu.banderolnya Rp 250 ribuan.

Memasangnya mudah, hanya perlu usaha ekstra karena posisinya ada di kolong mobil. Bongkar dulu komponen lama dan pasan peranti baru. Prosesnya hanya dengan buka pasang dua buah baut 12 mm.

Untuk membukanya perlu pakai kunci T 12 mm mengingat posisinya yang cukup jauh di atas, enggak bakal sampai kalau pakai kunci pas atau ring.

Setelah terpasang, tinggal memposisikan roda cadangan pada tempatnya. Ingat, roda dipasang menghadap ke atas. Selipkan batang pengancing ke center hole pelek.

Perhatikan ada dua nok, satu buat center hole dan sebuah lagi masuk ke lubang baut roda. Salah memasukkan nok dapat berakibat fatal karena roda tidak terkunci sempurna. Bisa-bisa jatuh di jalan nanti.

Kemudian tinggal lanjutkan memutar pengunci dari belakang bumper sampai ban menggantung. Kalau posisi roda sudah datar, tinggal diteruskan sampai rapat ke atas.

Proses terakhir inilah yang perlu diingat ketika mengganti roda pakai ban serep. Tentu supaya gantungan tidak rusak lagi. Setuju?

 

Hindari Baut Roda Macet, Ini Rahasianya!

 

 Kamu mungkin pernah mengalami kesulitan saat akan membuka baut roda. Tambah runyam bila baut roda macet saat roda akan diganti akibat ban kempes. Di bawah ini tips untuk menghindari macetnya baut:

1.    Pemilihan mur dan baut. Perhatikan cones atau tonjolan dari mur atau baut. Bila tidak sesuai atau ngeplak dengan velg dipastikan membuat lubang velg tergerus.

Bisa juga karena tidak pas, titik ’gigit’ antara cones dan velg cuma sedikit dan tidak merata. Maka sebaiknya dicocokkan terlebih dulu dengan lubang velg bila ingin memakai lug nut dan lug bolt aftermarket.

2.    Drat / Ulir. Drat baut atau mur juga harus sesuai dengan lubang di teromol. Kalau ukuran drat baut kebesaran (drat kasar) dan dipaksakan di drat halus, dapat membuat ulir di lobang teromol rusak dan juga baut akan susah bila akan dibuka di kemudian hari.

3.    Grease / gemuk. Bila baut roda sudah berkarat kemungkinan dapat mengakibatkan baut susah dibuka atau seret. Dapat dihindari dengan mengolesi grease atau gemuk di ulir baut. Grease berguna melapisi baut agar terhindar dari karat. Namun ingat! Jangan terlalu banyak, nanti malah membuat baut tidak tertanam dengan sempurna. 

4.    Hindari mengencangkan baut secara berlebihan. Disarankan jangan mengencangkan baut atau mur secara berlebihan karena hal itu akan menyebabkan baut atau ulirnya rusak. Pengencangan yang berlebihan akan menyulitkan saat membukanya. Apa lagi bila material baut tidak kualitasnya tidak terlalu bagus. Bisa saja malah baut menjadi mulur akibat terlalu kencang saat dipasang.

5.    Kencangkan baut secara menyilang. Mobil di pasaran pada umumnya memiliki 4 dan 5 baut pada setiap rodanya. Meskipun sekarang banyak mobil SUV memakai baut 6. Kita ambil contoh pengencangan pada baut 4. Lakukan pengencangan dengan membentuk seperti huruf X.

Hal ini dimaksudkan agar kekuatan pengencangan roda merata disetiap bautnya. Begitu juga untuk baut 5, lakukan dengan menyilang seperti membentuk bintang. Namun jangan langsung dikencangkan dulu baut nya pada saat memasang. Setelah urutannya selesai, baru boleh dikencangkan dengan kuat.

 

Prosedur Menyalakan AC Mobil: Hidupkan Blower, Baru AC!

Kabin mobil sejuk tentu dambaan setiap orang yang berada di dalam mobil, apalagi kondisi cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini. Kalau cuacanya terik, ruang kabin terasa panas.

Terutama setelah kendaraan diparkir, baik di gedung apalagi di lapangan parkir. Begitu masuk ke mobil kita langsung disambut hawa pengap (sumuk).

Pada kondisi seperti itu, kebanyakan pengguna kendaraan langsung menekan tombol AC. Ada juga yang menyalakan blower dulu atau buka pintu/kaca jendela sejenak untuk mengusir udara pengap. Lalu bagaimana ritual yang baik?

Dari kondisi mobil off ke hidup, tunggu sekitar 5-10 menit, baru nyalakan AC. Ini bukan aturan baku, tetapi sebaiknya begitu. Kaca boleh dibuka sebentar supaya udara segar masuk.

Sayangnya kebanyakan tidak semua orang mau menunggu, inginnya segera meninggalkan lahan parkir.Alangkah baiknya hidupkan blower lalu AC, jangan langsung tekan tombol AC.

Namun jika dalam kondisi jalan, kecepatan tinggi di atas 100 km/jam, jangan langsung hidupkan AC meski setelah 5-10 menit. Biasanya kan ada juga orang yang merasa kabin sudah dingin, AC-nya  sempat dimatikan dulu.           

Ada juga ritual lain, begitu masuk kabin langsung putar atau tekan tombol penyejuk ruangan pada posisi level paling tinggi, agar ruangan cepat dingin.Level 1, 2 atau 3 tidak masalah. Level itu hanya speed blower, bukan menambah power kompresor.

Di samping itu , jangan sampai ketika pulang malam hari, saat kunci kontak dicabut AC lupa dimatikan. Begitu pagi saat hidupkan mesin AC langsung hidup. Ini kurang bagus buat perawatan.

Agar AC tambah awet, pemakaian kaca film juga harus diperhatikan, kegelapannya sekitar 60%, kalau 80% terlalu gelap. Jangan 40% sebab terlalu transparan/terang sehingga cahaya masuk lebih banyak dan untuk mendinginkan kabin lumayan lama.

 

Udara Semburan AC Kok Bau, Kenapa Ya?

Pernahkah Anda merasakan aroma udara tak sedap yang disemburkan dari AC mobil? Terutama setelah mobil melakukan perjalanan jauh dan berhenti sejenak, kemudian akan digunakan kembali. Alih-alih ingin merasakan udara segar begitu masuk kabin, yang didapat bau apek ketika AC dihidupkan.

Tentu sangat mengganggu Anda saat kembali mengawali aktivitas di mobil. Ada beberapa penyebab yang membuat semburan udara AC pertama kali terasa bau apek atau bau debu. Bau ini kebanyakan disebabkan oleh debu atau kotoran yang ada di seputar sistem penyejuk ruangan.

Itu tandanya ada kotoran yang membeku di evaporator, akibat debu setelah jalan lama. Apalagi saat perjalanan sering buka kaca jendela sambil merokok, udara yang mengandung debu masuk kabin dan ngumpul di evaporator.

 Penyebab lainnya karena karpet mobil yang jarang atau lama tidak dibersihkan. Debu yang ada di karpet bisa tersedot ke dalam sirkulasi sistem AC.

Kalau sudah telanjur, selama perjalanan jangan sering buka tutup kaca jendela dan ventilasi udara selalu tertutup. Untuk mobil-mobil buatan 2007 ke sini yang sudah dilengkapi filter  blower, bisa juga bau apek bersumber dari sini.

Nah, bagi Anda yang usai pulang jalan-jalan seperti libur panjang kemarin ini, segera bersihkan karpet (dicuci atau vakum), begitupun evaporator dicek kondisi kebersihannya.

Untuk servis evaporator, lakukan setelah dipakai selama satu sampai satu setengah tahun. Sedangkan tanda-tanda filter blower kotor, kalau angin yang berembus mulai kecil atau udara yang disemburkan agak bau.

Jika telaten memperhatikan kebersihan kabin dan sistem penyejuk ruangan, bau apek debu tak lagi menyapa Anda ketika mulai menghidupkan AC.

 

Parfum Mobil: Bau Di Balik Wanginya

 Siapapun menginginkan kabin mobilnya resik dan harum. Makanya produsen wangi-wangian alias parfum mobil tak pernah gulung tikar. Hanya saja, pemilik mobil mesti waswas dengan parfum cair yang lazim dikemas dalam bentuk botol. Sudah banyak korbannya. Lo, ada apa ini?

Tanpa sepengetahuan pemiliknya, cairan kimia yang mengeluarkan wangi ini bisa menjadi ‘bau’ bahaya laten. Sudah banyak permukaan lapisan luar dasbor rusak seperti flek atau cat mengelupas karena tertumpah atau kena percikan parfum mobil. Untuk formula yang tergolong keras (baik cair maupun padat) terkena pemuaiannya saja sudah bisa menimbulkan flek atau spot.

Parahnya, noda atau spot yang sudah terjadi tak bisa dibersihkan. Segala upaya cairan pembersih dicoba untuk mengahalau flek berbentuk pulau ini. Namun nyaris tanpa hasil. Cara jitu hanya dengan mencat ulang dasbor dengan ongkos Rp 2 jutaan tergantung mobilnya atau mengganti unit assembly secara utuh. Proses pengecatan selain memakan waktu lama dan untuk beberapa bagian tak bisa sempurna.

Untuk beberapa merek dan tipe mobil dengan center dashboard yang tertera tulisan pasti hilang. Mau beli baru, bisa jadi harus inden dan biayanya pasti selangit.  Bayangin aja cluster panel dasbor Toyota Yaris bisa Rp 25 juta.

Bila pemilik mobil masih ngotot dengan produk berbentuk cair, pastikan saat instalasi botol dan kondisi botol itu sendiri harus dalam kondisi baik. Jangan sekali-kali meletakkannya secara sembarangan hingga posisi botol miring.

Namanya juga cairan, paling jago mencari celah untuk keluar (bocor) dari botol. Kebiasaan buruk lain yang kerap dilakukan pemilik mobil adalah menuangkan cairan parfum ke dalam kisi AC dengan harapan kabin akan semerbak dengan cepat setelah tertiup angin blower. Barangkali spot atau noda tak terlihat karena cairan akan ber-reaksi di dalam saluran AC, tetapi bisa jadi paru-paru yang menjadi korban karena hawa atau penguapan cairan kimia ikut tersedot saat bernafas.

Untuk alternatif yang aman, bisa gunakan pengharum kabin alami seperti kopi, daun pandan, teh atau produk kemasan yang sudah menggunakan bahan organik. Memang lebih mahal, tetapi dibandingkan mencat ulang keseluruhan dasbor atau kontaminasi paru-paru, jelas tak sebanding.

Apa penyebab banting klep

 Banting klep atau knocking yang terjadi pada kendaraan disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1. Timing pengapian yang terlalu maju 2. P...